Muma Dena Apresiasi dan Dukung Pelestarian Budaya

Kabupaten Bima, Kahaba.- Syamsuriansyah atau yang dikenal dengan Muma Dena mengapresiasi setiap gerakan dan kegiatan pemuda melestarikan budaya. Hal itu disampaikanya ketika menghadiri acara penutupan Festival Seni dan Budaya Bima di Paruga Na,e Bolo, Minggu (30/9).

Muma Dena bersama panitia dan para juara lomba tari di acara penutupan Festival Seni dan Budaya Bima di Paruga Nae Bolo. Foto: Yadien

Direktur Politeknik Medica Farma Husada (PMFH) Mataram tersebut mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti yang sedang dilakukan oleh Formasi Mataram tersebut.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut, potensi daerah dan potensi pemuda bisa ditemukan untuk menjadi penggerak dalam upaya pelestarian budaya 10 hingga 20 tahun kedepan.

“Setelah ditemukan, pemuda yang berpotensi ini tentu harus dikembangkan dan diberi ruang untuk mengekspos kemampuan,” ujarnya.

Kata dia, kedepan upaya pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan pagelaran dan festival saja. Namun lebih dari itu, upaya pelestarian budaya dilakukan kepada semua aspek kehidupan seperti sosial, politik, kemanusiaan dan sebagainya.

“Karena budaya merupakan tindakan dan laku kehidupan yang kompleks,” katanya.

Pemuda yang kini sedang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi NTB tersebut mengaku memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Meskipun tidak banyak, namun sumbangsih nyata sebagai wujud kecintaan terhadap budaya tetap dia lakukan di kegiatan-kegiatan budaya.

“Saya juga ini alumni Formasi tahun 2004, jadi bagian dari keluagra Formasi Mataram juga,” bebernya.

Sebagai calon anggota DPRD Provinsi NTB, dirinya telah mencanangkan 11 program kerja unggulan jika berhasil lolos sebagai anggota DPRD Provinsi NTB. Dari 11 program tersebut diantaranya merupakan program pelestarian budaya seperti mendorong kegiatan-kegiatan kesenian dan budaya dan mengorbitkan pelaku-pelaku kesenian untuk mengmbangkan potensinya sampai tingkat provinsi hingga nasional.

“Budaya kita harus dikenal di tingkat Nasional dan bahkan Internasional,” katanya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *