BKM Selamat Santi Buka Jalan Baru dan Buat Jembatan

Kota Bima, Kahaba.- Ada banyak infrastruktur yang bisa dikerjakan masyarakat dari anggaran Program Kotaku. Yang lebih umum seperti, pembuatan rabat gang, drainase dan pengelolaan air limbah. Karena sasaran program tersebut yakni penanganan permukiman kumuh.

Warga Kelurahan Santi saat bekerja membuka jalan baru di 2 lingkungan. Foto: Bin

Di Kelurahan Santi, selain infrastruktur yang disebutkan tersebut, memanfaatkan anggaran sebesasr Rp 1 miliar itu dengan membuka 2 jalan baru di lingkungan setempat. Tujuannya, agar memudahkan akses masyarakat setempat.

Ketua BKM Kelurahan Santi Kota Bima Jubair menjelaskan, pekerjaan pembukaan jalan baru dilaksanakan di lingkungan Santi 1 Barat RT 03 RW 02. Program ini dalam tahap pengerjaan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Pada pembukaan jalan baru ini juga dibangun jembatan penghubung antara lingkungan Santi 1 dengan lingkungan Santi 2 timur,” ungkap Jubair.

Pembukaan jalan baru beserta jembatan ini kata dia, akan sangat membantu masyarakat. Akses jalan masyarakat pada masing-masing lingkungan setempat semakin mudah.

“Jadi aksesnya tidak mutar – mutar lagi setelah ada jalan baru itu,” katanya.

Selain pembukaan jalan baru dan jembatan sambungnya, anggaran program Kotaku juga digunakan untuk perbaikan drainase, rabat gang, IPAL dan bak control air.

“Secara keseluruhan, pekerjaan fisik yang dilakukan oleh para KSM sudah mencapai 60 persen,” tuturnya.

Ia menambahkan, Program Kotaku benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejak dilaksanakan tahun lalu, sudah banyak wajah lingkungan Kelurahan Santi yang berubah. Kekumuhan bisa diminimalisir.

“Partisipasi masyarakat di Kelurahan Santi di program ini cukup baik. Jadi pelaksanaannya tidak ada kendala berarti,” tambahnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *