Dianggarkan 2017, Rabat Gang RT 13 Desa Tumpu Masih Terbengkalai

Kabupaten Bima, Kahaba.- Proyek rabat gang RT 13 Desa Tumpu tak kunjung selesai dikerjakan. Proyek yang dianggarkan dari dana desa tahun 2017 mestinya sudah rampung, namun terbengkalai lantaran anggarannya diembat oknum staf desa setempat.

Pekerjaan Rabat Gang RT 13 Desa Tumpu yang baru dikerjakan sebagian. Foto: Yadien

Setelah diaudit dan diperiksa DPMDes Kabupaten Bima, anggaran untuk pengerjaan rabat gang RT 13 diminta untuk dimasukan kembali ke dalam rekening desa setempat, dan dijadi SILPA lalu pekerjaannya diprioritaskan pada tahun 2018.

Pantauan media ini, proyek rabat gang tersebut sudah dikerjakan tahun 2018. Namun hanya sekitar 20 meter. Jauh dari ketentuan yang mestinya dikerjakan dengan jumlah anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 20 juta.

Kepala Desa Tumpu Arifin Yasin membenarkan jika rabat gang tersebut tidak sepenuhnya dikerjakan. Pasalnya sampai saat ini dana desa untuk rabat gang tersebut belum juga dikembalikan oleh oknum staf desa.

“Itu saya kerjakan menggunakan uang pribadi, mas. Itupun uang utang,” ujarnya, Senin (8/10).

Ia terpaksa mengerjakan rabat gang tersebut meskipun harus menggunakan uang pribadi, karena dana desa tahun 2018 tidak bisa dicairkan jika rabat gang terebut tak kunjung dikerjakan.

“Agar dana desa tahun 2018 cair, saya utang uang orang dulu,” katanya.

Arifin membeberkan, dirinya menggunakan uang sebanyak Rp 7,5 juta untuk mengerjakan rabat gang sepanjang 20 meter tersebut. Meski demikian, volume tersebut masih jauh dari yang harusnya dikerjakan.

“Akan dikerjakan lanjutannya setelah staf desa itu mengembalikan uang yang dia ambil sebanyak Rp 15 juta,” sebutnya.

Kades berharap agar staf desa tersebut segera mengembalikan dana desa yang telah dia ambil agar pengerjaan rabat gang di RT 13 bisa dilanjutkan.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *