Pasca Pilkada, KPU Silahturahim dengan Walikota Bima Terpilih

Kota Bima, Kahaba.- Setelah menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pilkada Kota Bima Tahun 2018, Ketua dan anggota KPU Kota Bima bersama jajaran bersilahturahim dengan Walikota Bima HM Lutfi, Senin (15/10). Beberapa hal pun dibahas pada pertemuan tersebut.

Foto bersama jajaran KPU dengan Walikota Bima HM Lutfi. Foto: Bin

Ketua KPU Kota Bima Bukhari saat ditemui usai keluar dari ruangan Walikota Bima menjelaskan, pada pertemuan itu pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah daerah karena sudah memberikan dukungan kepada KPU Kota Bima, baik melalui anggaran maupun fasilitas pendukung lain. Sehingga Pilkada bisa berjalan dengan sukses, aman, damai dan tertib.

“Alhamdulillah, kepala daerah terpilih berintegritas dan bermartabat lahir dari pesta demokrasi yang digelar beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Melalui kesempatan itu kata dia, pihaknya juga menyampaikan jika anggaran hibah yang dialokasikan oleh pemerintah dareah, dapat dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Bahkan, dari keseluruhan anggaran sebanyak Rp 14,6 miliar, masih ada sisa yang telah dikembalikan.

“Tahap pertama sekitar bulan Juli lalu kita kembalikan sebanyak Rp 4 miliar lebih,” sebutnya.

Karena masih ada sambungnya, beberapa waktu kedepan KPU Kota Bima akan mengevaluasi dan berencana akan mengembalikan anggaran yang tersisa sebanyak Rp 100 juta.

“Jika dihitung, dari Rp 14,6 miliar yang dialokasikan, kita hanya menggunakannya Rp 9 miliar lebih. Anggaran tersebut kami gunakan dengan sangat efisiensi,” katanya.

Bukhari menambahkan, dari silahrurahim itu Walikota Bima HM Lutfi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja KPU Kota Bima. Dan menginginkan agar KPU terus disuport untuk terselenggaranya Pemilu yang aman, tertib dan damai.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *