Wisata Dam Toloweri Hasil Karya Mahasiswa KKN STIE dan Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Dam Toloweri yang berlokasi di Lingkungan Toloweri Kelurahan Nungga kini menjadi destinasi wisata baru di Kota Bima. Konsep wisata alam nan sejuk itu mulai ramai didatangi warga. Tidak hanya dari Kota Bima, tapi juga warga Kabupaten Bima. (Baca. Dam Toloweri Disulap Jadi Destinasi Wisata)

Mahasiswa KKN STIE Bima saat mulai merubah wajah Dam Toloweri. Foto: Ist

Rupanya, ide merubah dam tersebut menjadi idola baru kunjungan wisata domestik bermula dari mahasiswa KKN kelompok 2 STIE Bima tahun 2018. Karena untuk KKN tahun ini, STIE mengharuskan semua mahasiswa yang melaksanakan KKN membuat tema kegiatan.

“Dasarnya memang dari mahasiswa KKN STIE Bima kelompok 2 di Toloweri. Program intinya ada 3, pertama seminar kewirausahaan, pembukuan, kemudian pengembangan obyek pariwisata,” ungkap dosen pembimbing kelompok 2 mahasiswa KKN STIE Bima Puji muniarti didampingi Sri Ernawati, di Kampus STIE Bima, Rabu (17/10).

Mereka menjelaskan, karena mahasiswa sudah menentukan program kerja KKN. Maka prosesnya dimulai dengan menggelar seminar kewirausahan. Hadir sebagai pembicara, dosen pembimbing dengan latar belakang keilmuan pemasaran dan pejabat di Dinas Koperindag tersebut. Karena memang sejak awal, STIE Bima sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bima.

Hasil dari seminar kewirausahaan sambungnya, dibentuklah kelompok tenun di Toloweri. Karena berpikir bagaimana agar hasil tenun bisa maju, sedangkan Toloweri terbilang masih asing. Maka dibantu dengan membuat sarana penunjang yakni obyek wisatanya.

“Jadi dikembangankanlah obyek wisata. Tapi sebelumnya, mahasiswa melakukan penelitian dan menentukan Dam Toloweri untuk dijadikan pengembangan obyek wisata,” paparnya.

Diakui Puji, ide dasarnya mengembangkan Dam Toloweri tersebut dari STIE Bima, bukan dari masyarakat setempat, karena masyarakat hanya membantu. Bahkan untuk semua kebutuhan merubah wajah dam tersebut menggunakan anggaran dari khas mahasiswa kelompok 2.

Pembanguna gapura selamat datang oleh mahasiswa STIE Bima dan masyarakat setempat. Foto: Bin

“Konsep pengembangan wisata itu memang dari alam, oleh alam dan untuk alam. Bahkan program itu diberi brand, Toloweri Epic,” katanya.

Setelah semua konsep pengembangan wisata selesai dikerjakan lanjutnya, saat acara perpisahan mahasiswa KKN di Toloweri dengan masyarakat, diserahkanlah keberadaan wisata yang sudah dibangun mahasiswa itu ke masyarakat. Kendati demikian, mahasiswa tetap memantau perkembangannya.

Puji menambahkan, kenapa kunjungan warga di lokasi tersebut bisa seramai ini. Karena sejak dulu mahasiswa KKN gencar melakukan promosi di media sosial. Tanpa terkecuali, semua mahasiswa KKN di Toloweri harus membagikan keberadaan wisata baru itu ke media sosial.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok KKN  Toloweri Rangga menjelaskan, mereka memang langsung ditempatkan di Toloweri untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Termasuk pengembangan wisata dam itu, menjadi lokasi satu – satunya yang layak untuk dikembangkan. Karena alam yang sejuk dan airnya yang jernih.

“Setelah fokus untuk mengembangkan Dam Toloweri itu, kita mulai bekerja, dibantu pemuda Toloweri. Membuat spot foto, pembangunan gapura selamat datang, menulis dan menggambar di sekitar lokasi dam,” tuturnya.

Saat pengembangan lokasi wisata tersebut katanya, pemuda Toloweri juga berpartisipasi aktif. Mereka sangat mendukung dengan semua program yang dilakukan oleh mahasiswa.

Rangga menambahkan, karena KKN mahasiswa STIE Bima kelompok 2 sudah berakhir. Mereka berpesan kepada warga Toloweri untuk bisa menjaganya dengan baik dari tangan-tnagan jahil pengunjung yang ingin merusak apa yang sudah dibangun.

“Saya ingat betul waktu perpisahan, warga Toloweri mengakui ini merupakan karya yang sangat luar biasa dan menjadi kenang-kenangan berarti dari mahasiswa STIE Bima,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *