BPK Mulai Periksa Belanja Modal OPD

Kota Bima, Kahaba.- Kepala BPKAD Kota Bima Zainuddin menyampaikan bahwa saat ini Tim BPK Perwakilan Provinsi NTB yang berjumlah 6 orang, telah sampai di Kota Bima dalam rangka melakukan pemeriksaan belanja modal Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala BPKAD Kota Bima Zainuddin. Foto: Bin

“Berdasarkan surat tugas dari BPK Provinsi NTB, mereka akan bekerja selama 30 hari kedepan untuk memeriksa anggaran belanja modal setiap OPD yang bersumber dari dana APBD. Ini merupakan kunjungan kerja setiap tahun BPK jelang laporan akhir tahun anggaran,” ujarnya, Rabu (17/10).

Ia menjelaskan, karena Tim BPK baru sampai hari ini, maka direncanakan mulai besok, Kamis (18/10) tim tersebut mulai bekerja untuk memeriksa secara rinci laporan OPD yang memiliki anggaran belanja modal selama tahun 2018 berjalan.

“Untuk menjadi perhatian setiap pimpinan OPD, saat pemeriksaan BPK diminta untuk kooperatif, memberikan dokumen sesuai yang dibutuhkan tim pemeriksa,” sarannya.

Berdasarkan aturan dan prosedur pemeriksaan, tim BPK akan memeriksa belanja modal seperti pekerjaan fisik. Contoh, anggaran pembukaan aspal jalan dari Dinas PUPR, kemudian perbaikan fisik gedung sekolah dari Dinas Dikbud dan atau OPD yang mempunyai tugas dalam mengerjakan proyek fisik.

Ia pun berharap, semoga tugas memeriksa belanja modal tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selama bekerja juga, tim BPK akan dibantu oleh Pemerintah Kota Bima..

Ia menambahkan, apabila semua pemeriksaan tersebut rampung. Selanjutnya BPK NTB akan memeriksa dan mengkroscek kembali dokumen yang diberikan tersebut. Sehingga pada akhirnya, akan menjadi catatan buat daerah.

“Hasil pemeriksaan BPK akan dikabarkan setelah pekerjaan rampung selama 1 bulan sesuai surat tugas,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *