Bupati Bima: Pembangunan Desa Harus Libatkan Pemuda

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pembangunan desa yang dilakukan pemerintah desa harus melibatkan banyak unsur yang ada di desa, termasuk melibatkan pemuda. Pembangunan desa butuh keterlibatan banyak pihak dengan banyak ide dan gagasan, sehingga cita-cita pembangunan desa yang diharapakan bisa terwujud.

Bupati Bima saat berkunjung ke stand stand inovasi desa. Foto: Yadien

“Jangan kerja sendiri. libatkan banyak pihak termasuk juga pemuda,” ujar Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri saat membuka secara resmi kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa di halaman Kantor Bupati Bima, Rabu (17/10).

Katanya, pembangunan desa tidak hanya berbentuk pembangunan fisik. Namun yang tidak kalah penting yaitu, pembangunan di bidang pengembangan ekonomi lokal, kewirausahaan, dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pembangunan sumber daya manusia yang sangat penting, sehingga kedepan sumber daya tersebut bisa terlibat aktif melakukan pembangunan desa,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bima mengimbau kepada seluruh kepala desa agar mengelola dana desa dengan baik sesuai aturan dan juknis pengelolaan dana desa yang ada.

“Jika ada yang tidak dipahami lakukan koordinasi dengan instansi atau orang lain yang paham,” imbaunya.

Ia menegaskan, jika ditemukan pemerintah desa yang gagal atau melenceng dalam pengelolaan dana desa. Pihaknya akan meminta bantuan aparat hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Pokoknya jangan main-main dengan dana desa,” tegasnya.

Bupati juga mengimbau agar penjabat kepala desa yang sedang menduduki jabatan kepala desa untuk desa-desa yang sudah habis masa jabatannya atau yang akan mengikuti pemilihan kepala desa serentak, agar mengelola anggaran desa dengan baik dan benar tanpa ada niat untuk memperkaya diri.

“Jadikan kesempatan tersebut untuk membangun desa dan berkarya di tingkat desa,” imbaunya

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *