Siswa SDN 3 Sila Belajar di Teras, Perhatian Pemerintah Tak Kunjung Tiba

Kabupaten Bima, Kahaba.- Siswa kelas 1 SDN 3 Sila harus rela belajar di teras kelas enam karena Ruangan Kegiatan Belajar (RKB) mereka rusak parah. Sekolah mensiasati hal tersebut lantaran RKB kelas 1 tidak bisa digunakan lagi setelah diguyur hujan, Minggu kemarin (21/10).

Suasana belajar siswa SDN 3 Sila di teras sekolah. Foto: Yadien

Kepala SDN 3 Sila Hj Rahmah mengatakan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa kelas 1 sengaja dialihkan ke teras RKB kelas 6, karena proses KBM tidak nyaman jika dilakukan di dalam kelas yang sudah digenangi air.

“Yang sangat mengkuatirkan runtuhnya bagian atap bangunan karena lapuk dimakan usia,” ujarnya, kemarin.

Terkait kondisi ruangan yang sudah lama rusak tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke UPT Dinas Dikbudpora dan Dinas Dikbudpora Kabupaten sejak tahun 2017. Menyusul laporan itu, Wakil Bupati Bima, H Dahlan M Noer turun untuk meninjau sekaligus menyuruh agar membuat proposal untuk mendapatkan anggaran rehab RKB.

“Kita sudah buatkan proposal sekitar bulan April Tahun 2017 lalu. Tapi belum realisasi hingga sekarang,” terangnya.

Rahmah menjelaskan, proposal perbaikan ruangan tersebut tidak hanya diajukan pada masa kepemimpinanya. Namun, kepala sekolah sebelumnya juga pernah mengajukan proposal perbaikan RKB tersebut.

“Sudah berkali-kali diajukan proposal. Bahkan oleh kepala sekolah sebelum saya juga pernah ajukan,” tuturnya.

Ia membeberkan, sekolah setempat sebenarnya masih kekurangan RKB, sehingga aktivitas KBM kelas 1 masih menggunakan ruangan guru, dan guru terpaksa menjadikan perpustakaan sebagai ruangan guru.

“Yang rusak itu sebenarnya bukan RKB. Tapi ruang guru yang dipakai untuk kegiatan belajar kelas 1. Karena kelas 1 memang tidak ada RKB nya. RKB masih kurang,” bebernya.

Dia menegaskan, proses KBM kelas 1 tetap dilakukan di teras sampai RKB tersebut diperbaiki. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Karena mereka kuatir, kayu bagian atap rubuh, apalagi saat hujan tiba kondisinya bocor.

Rahmah berharap, kondisi sekolahnya yang seperti itu mendapat perhatian pemerintah daerah dan segera mendapatkan bantuan perbaikan RKB. Sehingga proses KBM bisa berjalan lancar, aman dan nyaman.

“Ini sekolah, siswa berhak mendapatan pendidikan dalam keadaan yang nyaman. Semoga segera mendapat perhatian,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *