Mengenai Kartu ILCMI, Begini Hasil Pertemuan Kadis Dikbud dan 5 UPT

Kota Bima, Kahaba.- Hasil pemanggilan 5 kepala UPT Dikbud Kota Bima bersama PT ILCMI dan Gufran yang memberikan pernyataan di media soal kartu yang tidak bisa dipergunakan telah rampung. (Baca. Kartu ILCMI Tidak Bisa Digunakan, Ribuan Guru di Kota Bima Kena Tipu)

Kepala Dinas Dikbud Kota Bima, H. Alwi Yasin. Foto: Eric

Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H Alwi Yasin menjelaskan, saat audensi , pernyataan 5 Kepala UPT Dikbud mengaku hanya sebagai pendamping guru saja saat kegiatan sosialisasi dari PT ILCMI dan tidak mengintervensi untuk membeli kartu itu. (Baca. FKGO Duga Pembagian Kartu ILCMI Ada Permainan UPT)

“Pihak UPT hanya mendampingi guru, terkait pembelian kartu itu keinginan masing-masing guru,” ujarnya, Selasa (23/10).

Alwi menuturkan, kartu itu juga ternyata berfungsi dengan baik dan telah diprogramkan membantu pembelajaran oleh guru kepada siswa. Untuk membuka aplikasinya, dibutuhkan pengetahuan tentang aplikasi internet.

“Ternyata Gufran yang memberikan pernyataan tidak tahu cara membuka aplikasi dalam kartu tersebut, jadi pantas dia mengaku saat membuka akses kartu ternyata kosong,” katanya.

Selain itu, pihak PT ILCMI juga mengaku memang melakukan sosialisasi terkait beberapa program pendidikan bagi guru, termasuk sistem penggunaan kartu belajar tersebut. Bagi guru yang ingin menambah wawasan tentang program pendidikan, bisa membeli kartu dimaksud.

“Pihak perusahaan juga siap bertanggungjawab bila kartu tersebut tidak bisa digunakan,” tuturnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *