FKDM Kota Bima Sikapi Insiden Pembakaran Bendera Tauhid

Kota Bima, Kahaba.- Menyikapi insiden pembakaran bendera yang bertuliskan lafadz tauhid di  Garut yang terjadi Senin (22/10), pemerintah Kota Bima melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula kantor Walikota Bim, Kamis (24/10).

FKDM Kota Bima saat menggelar rakor soal pembakaran bendera tauhid. Foto: Eric

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Bima HM Lutfi, Dandim 1608 Bambang Kurnia Eka Putera, Wakapolres Bima Kota, Kepala Bakesbangpol Achmad Fathoni, Ketua FKUB Kota Bima H Eka Iskandar Z, tokoh agama, tokoh masyarakat serta organisasi kemasyarakatan lain.

Walikota Bima HM Lutfi dalam sambutan menyampaikan bahwa, insiden yang terjadi sehari setelah perayaan hari santri nasional tersebut, telah mencederai umat Islam di Indonesia. Karena pembakaran bendera yang bertuliskan lafadz tauhid tersebut tentu tidak dapat dibenarkan.

“Akibat insiden tersebut, mengundang banyak reaksi dari berbagai kalangan dan juga kelompok organisasi. Oleh karena itu, melalui pertemuan ini atas nama pemerintah meminta kepada semua pihak untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ujarnya.

Lutfi menuturkan, atas kejadian di Garut tersebut kini pemerintah telah menyerahkan semua penanganan secara hukum, untuk di proses lebih lanjut sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Pihak kepolisian tentu akan memeroses pelaku pembakaran bendera itu. Masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan terpengaruh oleh isu yang tidak jelas, yang dapat membahayakan keamanan daerah,” katanya.

Atas nama pemerintah dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga semangat kebersamaan, silaturahim dan rasa persaudaraan. Demi terwujudnya kerukunan umat beragama, serta stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Bima selalu terjaga.

“Semoga insiden di Garut tidak terulang kembali  di Kota Bima dan di daerah lain seluruh Indonesia. Mari kita satukan pandangan dan langkah untuk mengamankan daerah, dan menjaga keutuhan NKRI,” ajaknya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *