Krisis Air Bersih, Warga Woro Cari Air di Luar Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga Desa Woro Kecamatan Madapangga saat ini mulai krisis air bersih. Untuk mendapatkan air, warga harus rela mengambil air di luar desa, seperti di sumber mata air Ntuda Na’a dan Mada Limbi Desa Mpuri serta di mata Mombu desa setempat.

Sekdes Woro, Kepala PDAM Madapangga dan warga saat berada dekat sumur yang kering di desa setempat. Foto: Ist

“Warga ambil iar menempuh akses berlubang menggunakan gerobak sekitar puluhan kilo meter. Selain pakai gerobak, warga juga menyewa mobil pick up dan sepeda motor,” ujar Ketua BPD Woro, Syarif, kemarin.

Katanya, kekeringan tahun ini terbilang sangat panjang. Pasalnya setelah musim hujan sekitar bulan April lalu, hujan belum pernah turun lagi. Akibatnya sumur warga semuanya kering.

“Tahun ini sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Jangankan untuk mandi, untuk minum saja warga sulit,” katanya.

Bukan saja sumur, mesin pompa air yang biasa digunakan warga untuk mengambil air sekarang tidak ada. Bahkan bak penampung air yang disediakan PDAM untuk disalurkan ketiap rumah warga kini kering.

“Kita harap pemerintah mencarikan solusi terkait kekeringan ini. Sehingga warga tidak lagi kesusahan air,” harapnya.

Kepala PDAM Madapangga, Muhammad Sirjon membenarkan kekeringan di Desa Woro. Pihaknya sudah turun langsung ke sumur-sumur warga untuk memastikan.

“Biasanya sekitar bulan Oktober air sumur masih bisa digunakan warga. Tahun ini sudah tidak ada air,” ujarnya.

Karena kekeringan, ia juga membenarkan jika sumber air dari PDAM tidak sampai di desa setempat. Sehingga untuk mencuci pakaian, warga harus melakukannya di sungai.

Sekretaris Desa (Sekdes) Woro Zubair HM Said mengungkapkan, untuk mengantisipasi kesulitan air bersih. Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bima melalui BPBD agar membantu menyalurkan air bersih.

“Kami akan bersurat ke Pemkab Bima agar menyakurkan air secepatnya. Kami juga akan sampaikan surat ke Polres Bima,” katanya.

Ia menjelaskan, kekeringan dialami warga sudah berjalan sekitar tiga bulan. Karenanya, beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah meminta ke Pemkab Bima untuk salurkan air. Melalui BPBD sudah menyalurkan sebanyak 2 tangki ukuran 5 ribu liter.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *