201 Mahasiswa STIE Diwisuda, Firdaus: Ini Indikator Akuntabilitas Terkait Mutu STIE Bima

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 201 mahasiswa dan mahasiswi STIE Bima diwisuda pada acara Rapat Senat Terbuka Dalam Rangka Wisuda Sarjana Angkatan XV di aula kampus setempat, Sabtu (27/10). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima, LL Dikti Wilayah VIII Denpasar dan orang tua dan kerabat mahasiswa.

Proses wisuda mahasiswi STIE Bima di aula kampus setempat. Foto: Bin

Ketua STIE Bima Firdaus saat sambutan menjelaskan, wisuda kali ini merupakan wisuda angkatan ke XV sejak 16 tahun berdirinya STIE Bima. Dengan penuh kebanggaan pada hari ini tanggal 27 Oktober 2018, dirinya menyampaikan salah satu bentuk akuntabilitas STIE Bima kepada masyarakat, yaitu mewisuda sejumlah 201 Orang lulusan STIE Bima.

“Sehubungan dengan ini perkenankanlah saya secara pribadi maupun atas nama Civitas Akademika STIE Bima mengucapkan selamat kepada para wisudawan-wisudawati yang diwisuda. Saya turut bersyukur, berbahagia,” ucapnya.

Yang tak kalah penting kata dia, ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh staf akademik dan non akademik STIE Bima atas kerja keras dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa, hingga mereka berhasil menyelesaikan studinya dan diwisuda pada pagi yang berbahagia.

Dijelaskannya, wisuda ini juga merupakan salah satu hasil kerja STIE yang nyata sebagai bagian dari akuntabilitas STIE Bima kepada masyarakat. Wisuda merupakan pertanda kesungguhan Civitas Akademika STIE Bima untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan agenda yang telah ditentukan, serta target mutu dalam bidang pendidikan yang ingin dicapai.

“Ini merupakan indikator akuntabilitas yang terkait dengan mutu STIE Bima sebagai institusi perguruan tinggi,” katanya.

Kepada wisudawan dan wisudawati dirinya berpesan, pengalamanan dan selama belajar di STIE Bima telah menambah kematangan intelektual. Bahwasannya pendidikan pada perguruan Tinggi merupakan pendidikan akhir sebelum seseorang terjun kemasyarakat dengan predikat sebagai Sarjana Ekonomi.

Ketua STIE Bima bersama jajaran saat acara wisuda. Foto: Bin

Hari ini, mahasiswa dan mahasiswi telah secara legal diakui memiliki keahlian sesuai dengan gelar akademik yang tercantum di belakang nama. Dirinya berharap nama baru itu benar-benar menggambarkan kompetensi pada bidang yang telah dipelajari di STIE Bima.

“Saya juga berpesan, untuk seterusnya nama STIE Bima melekat dalam kehidupan Saudara. Saya percaya bahwa anda akan dapat menjaganya dengan baik. Jangan lupa bahwa masyaratat telah menunggu karya-karya anda,” ujarnya.

Saat ini sambungnya, upaya yang harus terus dipertajam ialah mengusahakan agar STIE Bima dapat terus meningkatkan mutunya yang tentu saja harus menjadi akuntabel. Berkaitan dengan hal tersebut, STIE Bima mencoba memperkenalkan atmosfer akademik baru bagi masyarakat Bima, melalui perombakan kurikulum yang mengarahkan pada kompetensi lulusannya dan melakukan pembenahan fasilitasak ademik dan kemahasiswaan.

Agar, STIE bisa mensejajarkan diri dalam bidang perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Menempatkan diri secara pas dalam proses demokratisasi, dan tekanan global, kekuatan ekonomi yang tak seimbang, tekanan politik dan pengaruh kuat berbagai kebudayaan yang melanda bangsa dan Negara saat ini.

“Wisuda hari ini mempunyai arti yang penting, karena masyarakat, bangsa dan negara ini mendapatkan kembali sarjana-sarjana terbaiknya yang telah menjadi sarjana-sarjana terdidik yang terlatih dari kampus STIE Bima, untuk mengabdikan dirinya bagi kepentingan masyarakat bangsa dan Negara. Jadilah alumni STIE Bima yang membanggakan dan selamat berkarya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Asisten I Setda Kota Bima M Farid yang mewakili Walikota Bima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang begitu besar terhadap STIE Bima, karena telah berkontribusi besar untuk dunia pendidikan di Kota Bima.

Mahasiswa STIE Bima yang diwisuda sebelum mengikuti proses wisuda. Foto: Bin

Dirinya mengungkapkan, saat ini STIE sudah bekerjasama dengan Pemkot Bima untuk aspek pengembangan UMKM dan pemberdayaan serta pemanfaatan kreatifitas dan teknologi. Sejumlah aspek ini kata dia, sangatlah tepat dengan prioritas program pemerintah diantaranya pengembangan ekonomi masyarakat.

“Nanti pemerintah memprogramkan sarjana pendamping untuk pengembangan wirausaha di semua kelurahan. Lulusan dari STIE tentu akan dimanfaatkan,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan LL Dikti Wilayah VIII I Made Gunawan menjelaskan, wisuda merupakan rangkaian yang tak bisa dipisahkan dengan kegiatan akademik yang telah dilalui mahasiswa. Disamping itu, wisuda merupakan tanda atau tonggak awal dari setiap mahasiswa untuk mulai menjalani proses kehidupan dengan cara khas dan tantangan yang lebih dinamis.

“Keberhasilan yang saudara capai ini bukan semata – mata milik saudara. Oleh karena ini saudara diharapkan bisa berbagi ilmu pengetahuan agar dapat dimanfaatkan oleh orang lain,” tuturnya.

Sebagai alumni baru, Gunawan memohon kepada wisudawan dan wisudawati tetap berhubungan dengan almamater dan ikut berperan serta dalam program – program yang telah ada.

“Saya juga berharap agar mahasiswa yang diwisuda ini menjadi pribadi yang tanguh, unggul, pekerja keras, pekerja cerdas dan pekerja ikhlas berbasis IPTEK dan budaya,” inginnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *