Pria Miskin ini Diserang Tumor Ganas, Kepalanya Berlubang dan Keluarkan Nanah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sudah lebih dari setahun, Yasin (41) warga RT 13 Dusun Rade Bou Desa Rade Kecamatan Madapangga mengidap penyakit tumor otak ganas. Setiap hari, Yasin harus menahan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya yang sudah berlubang. Kondisinya juga sudah membusuk dan menanah, bahkan mulai mengeluarkan berbau tak sedap.

Kondisi kepala Yasin yang sudah berlubang dan bernanah. Foto: Yadien

Ayah dari 4 orang anak tersebut sejak sakit, sudah 2 kali dirawat di RSUD Bima dan di Rumah Sakit Muhammadiyah Bima. Namun, penyakitnya tak kunjung sembuh juga, bahkan semakin memburuk.

Terakhir dirinya dirawat di RSUD Bima sekitar 20 hari yang lalu. Waktu itu tim dokter menvonis dirinya mengidap tumor otak ganas dan diberi rujukan untuk berobat ke RSUP Mataram. Namun apalah daya, keadaan ekonomi keluarganya yang terbatas membuat Yasin bersama keluarga mengurungkan niat untuk berangkat.

“Dokter beri rujukan ke Mataram, tapi kami tidak punya uang dan tidak berangkat,” ujar Nur Intan, istri Yasin, Senin (29/10).

Intan mengatakan, kondisi suaminya semakin hari semakin memburuk. Setiap hari, Yasin jarang makan karena rasa sakit yang luar biasa. Bahkan jika keadaanya memburuk, Yasin tidak jarang memberontak histeris dan memukul apa saja yang ada di dekatnya.

“Maklum sakit di bagian kepalanya itu sangat parah. Bahkan sudah kelihatan tengkoraknya,” ungkapnya.

Akibat deritanya itu, Yasin dijauhi beberapa orang. Karena luka di kepalanya yang mulai berbau tak sedap.

“Sudah bau pak, karena darah dan nanahnya tetap keluar,” ujarnya.

Yasin menahan rasa sakit akibat tumor otak ganas yang dideritanya. Foto: Yadien

Ia membeberkan, sejak sakit belum ada perhatian pemerintah. Pemerintah Kecamatan Madapangga sama sekali belum pernah menjenguk, sementara pemerintah desa setempat sering menjenguk belakangan ini.

“Mungkin karena mereka tidak tahu kalau ada warganya yang sakit. Tapi kalau pemerintah desa belakangan ini sering datang menjenguk dan membantu,” bebernya.

Akibat dari penyakit yang diidapnya, kini Yasin bahkan sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Untuk membaca Al Quran saja pria tersebut sudah tidak bisa melihat huruf-hurufnya.

Untuk mengobati suaminya, Intan mengaku telah berutang pada beberapa orang di desa setempat. Hingga hari ini, utang untuk membiayai pengobatan suaminya sudah sampai puluhan juta.

“Sejak dia sakit, saya juga tidak bisa bekerja. Untuk biaya pengobatan dan hidup kami berutang,” ungkapnya.

Ia berharap semoga pemerintah atau para dermawan berkenan membantu suaminya untuk berobat ke RSUP Mataram. Meskipun memiliki kartu BPJS, namun juga butuh biaya hidup di Mataram.

“Semoga ada yang berkenan membantu kami,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *