51 Tukang Diberi Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tukang Bangunan Umum

Kota Bima, Kahaba.- Untuk pertama kali melalui program Kotaku menggelar pelatihan dan uji kompetensi tukang bangunan, yang dilaksanakan selama 2 hari mulai Selasa – Rabu (30/31), di aula Bappeda Kota Bima.

Pelatihan dan uji kompetensi tukang bangunan. Foto: Eric

Ketua panitia kegiatan HM Ali Ahmad dalam laporan menyampaikan, pelatihan ini diikuti 51 peserta dari perwakilan 17 Kelurahan se-Kota Bima. sementara sumber pendanaan dari alokasi anggaran peningkatan kapasitas masyarakat program Kotaku 2018.

“Selama pelatihan, para peserta akan memperoleh materi dari beberapa sumber terkait tugas dan fungsi tukang bangunan. Ini untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang konstruksi,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Bappeda Kota Bima H Tafsir dalam sambutannya menyampaikan, pembinaan ini sebagai bentuk peningkatan kapasitas tukang yang masuk bekerja dalam  pembangunan program Kotaku.

Dengan terus maju dan berkembangnya dunia pembangunan, maka tercipta daya saing dan dibutuhkan kemampuan menyelenggarakan pekerjaan konstruksi bagi pengguna jasa, agar lebih efisien, efektif dan tepat sasaran.

“Pelatihan ini bermaksud memberikan kesempatan kepada para pelaku jasa konstruksi daerah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan,” katanya.

Oleh karena itu kata mantan Plt Kepala Bappeda itu, melalui pelatihan ini pula pemerintah bertujuan ingin meningkatkan mutu pembangunan di Kota Bima.

Kepada para tukang yang akan diberikan pelatihan ia mengharapkan agar mampu mengikuti seluruh rangkaian acara dan materi yang diberikan narasumber. Karena akan banyak ilmu serta teknis yang akan diberikan untuk meningkatkan pemahaman.

Tafsir menambahkan, saat ini pemerintah pusat terus menggaungkan target program 0 persen kumuh dan 100 persen sanitasi bersih di tahun 2019. Dengan adanya pelatihan tukang bangunan ini, menjadi bagian dari upaya untuk pemenuhan program dimaksud.

“Pekerjaan dengan mutu dan kualitas baik, tentu akan dinikmati seluruh masyarakat dalam jangka waktu yang sangat lama. Makanya, tukang juga harus dibekali dengan maksimal, salah satunya mereka harus memiliki keterampillan, inovatif, semangat bekerja dan disiplin,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *