Yasin Penderita Tumor Otak Dirujuk ke RSUD Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Yasin (41) warga RT 13 Dusun Rade Bou Desa Rade Kecamatan Madapangga yang mengidap penyakit Tumor Otak Ganas akhirnya dirujuk ke RSUD Bima, Rabu (31/10) dengan menggunakan ambulance Kodim Bima. (Baca. Pria Miskin ini Diserang Tumor Ganas, Kepalanya Berlubang dan Keluarkan Nanah)

Kondisi kepala Yasin yang sudah berlubang dan bernanah. Foto: Yadien

“Beliau (Yasin) sudah dirujuk tadi pagi ke RSUD Bima,” ujar Kepala Puskesmas Madapangga Eva Juniarti.

Katanya, sebelum dijemput oleh Kodim, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan kunjungan rumah terhadap Yasin. Lalu mengeluarkan surat rujukan untuk dirawat di RSUD Bima.

“Kami mau antar pakai ambulance puskesmas, tapi pihak Kodim sudah terlanjur bawa ambulance,” katanya.

Yasin lalu dibawa ke RSUD Bima didampingi perawat yang dibawa oleh Kodim. Sementara Puskesmas Madapangga hanya melakukan pendampingan selama Yasin masih di rumah dan mengeluarkan surat rujukan.

“Karena sudah ada perawat yang dibawa oleh Kodim, perawat Puskesmas tidak ikut mendampingi,” jelasnya.

Eva mengaku, pihaknya tahu Yasin ada di rumahnya setelah membaca berita beberapa hari yang lalu. Pasalnya selama ini pihaknya mengira bahwa Yasin  sedang dirawat di RSUP Mataram. Namun ternyata Yasin tidak jadi dibawa ke RSUP Mataram oleh keluarganya lantaran terkendala masalah ekonomi.

“Kan dulu sudah kami rujuk ke RSUD. Dan RSUD merujuk beliau ke RSUP Mataram. Kami kira sudah di sana,” akunya.

Ia menjelaskan juga, Yasin sebenarnya bernama lengkap Darman Ibrahim. Penggunaan nama Yasin dipakai oleh pihak keluarga, lantaran saat melakukan perawatan di Puskesmas dan RSUD dulu menggunakan BPJS milik adiknya yang bernama Yasin.

“Sekarang dia pakai BPJS nya sendiri atas nama Darman Ibrahim,” ungkapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *