P2TP2A Akan Urus Hasnah, TKW Desa Kambilo yang Ditawan di Malaysia

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah mulai bergerak untuk mengurus Hasnah, TKW asal Desa Kambilo Kecamatan Wawo yang saat ini ditawan di Negara Malaysia. Perempuan malang itu akan secepatnya dipulangkan ke kampung halamannya. (Baca. 3 Tahun Jadi TKW di Malaysia, Wanita Asal Kambilo ini Tiada Kabar Berita)

Anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bima Laily Ramdani. Foto: Ist

Anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bima Laily Ramdani mengaku sudah mengetahui derita yang dialami TKW tersebut. Pihaknya bahkan sudah dihubungi oleh Kanit PPA Polres Bima, mengabarkan persoalan itu. (Baca. Hasnah Masih Hidup, TKW Asal Kambilo ini Ditawan dan Kondisinya Memperihatinkan)

“Keluarganya Hasnah sudah lapor polisi. Makanya Pak Kanit PPA juga menghubungi kami,” ujarnya, Jumat (2/11).

Menindaklanjuti soal itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bima. Untuk mengonfirmasi perusahaan mana yang mengirim Hasnah, serta data-data terkait yang menjelaskan tentang Hasnah dan keberangkatannya ke Malaysia.

“Kami juga akan koordinasi dengan Polda NTB, yang biasa menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Agar segera mengurus masalah ini kami juga akan berkoordinasi dengan P2TP2A Provinsi NTB,” katanya.

Dari hasil data awal yang dirangkum sambung Laily, Hasnah saat ini kondisinya memperihatinkan. Bahkan diketahui wanita yang sudah 4 tahun berada di Negeri Jiran itu sudah tidak bisa berbicara.

Terhadap kondisi Hasnah tersebut, ia menegaskan pada prinsipnya pemerintah tetap akan tindaklanjuti, karena itu warga Kabupaten Bima. Sebelumnya juga, pihaknya pernah mengurus kepulangan warga Tarlawi yang hampir diperjualbelikan.

“Warga Tarlawi dijemput oleh P2TP2A Kabupaten Bima. Bahkan diberikan bantuan, dan diantar sampai ke rumahnya,” ungkapnya.

Laily menambahkan, jika dilihat dari modus persoalan yang dialami Hasnah. Kemungkinan besar sudah masuk ke sindikat. Untuk itu, pihaknya akan segera mengumpulkan sega informasi yang diperlukan dan meningkatkan koordinasi untuk kepulangannya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *