Alumni 86 Ambil Bagian Persiapan Expo SMPN 3 Sebagai Sekolah Rujukan

Kota Bima, Kahaba.- Senin pekan depan SMPN 3 Kota Bima akan menggelar expo. Kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut SMPN 3 Kota Bima sebagai sekolah rujukan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Ketua Alumni SMPN 3 Kota Bima Nazamuddin didampingi kepala SMPN 3 Kota Bima saat diwawancarai pekerja media. Foto: Bin

Ikut merasa bangga dengan capaian luar biasa dari SMPN 3 Kota Bima, alumni sekolah setempat angkatan 1986 tak ingin tinggal diam. Mereka pun menunjukan kepeduliannya untuk ambil bagian membantu persiapan pelaksanaan expo.

Sabtu sore (3/11), puluhan alumni 1986 yang diketuai oleh Nazamuddin hadir di sekolah tersebut dan membersihkan halaman dan mengecat taman sekolah. Para alumni baik pria maupun wanita, ambil bagian untuk bekerjasama memberikan perhatian untuk persiapan pelaksanaan expo.

Nazamuddin menjelaskan, kedatangan mereka tersebut sebagai bentuk kepedulian dan ingin memberi peran untuk persiapan pelaksanaan expo yang digelar 2 hari lagi. Sebab, naiknya status SMPN 3 Kota Bima menjadi sekolah rujukan, merupakan bentuk prestasi dan penghargaan yang luar biasa dari pemerintah pusat.

“Di Kota Bima ada 3 sekolah yang mengikuti sekolah rujukan, masing – masing SMPN 3 Kota Bima, SMPN 2 Kota Bima dan SMPN 8 Kota Bima. Oleh pemerintah pusat kemudian menetapkan SMPN 3 Kota Bima sebagai sekolah rujukan,” ujarnya.

Sebagai respon dari sekolah atas prestasi itu kata dia, akan menggelar expo karya dan kreasi seperti kreasi seni budaya, pembibitan, dan karya para guru – guru yang dinilai inspiratif.

“Nah, sebagai alumni, kami merasa peduli dan harus ambil bagian. Karena saat acaranya nanti, akan ada sejumlah kepala sekolah yang diundang. Kami menyiapkan fisik semampu kami untuk menjamu kehadiran para tamu saat expo,” katanya.

Foto bersama alumni SMPN 3 Kota Bima angkatan 1986 bersama jajaran guru setempat. Foto: Bin

Tidak saja berhenti sampai disitu, pria yang juga Anggota DPRD Kota Bima itu mengaku, alumni 1986 akan memberikan bantuan berupa pembangunan pos jaga permanen. Sumber anggarannya, murni dari alumni 1986.

Selain itu, melihat kondisi sekolah tersebut. Dirinya mengharapkan kepada pemerintah daerah, provinsi dan pusat untuk peduli terhadap sejumlah ruang belajar siswa. Karena hingga hari ini, masih ada ruang belajar siswa yang dipakai dari tahun 1980-an dan sampai sekarang belum direnovasi.

“Ini juga menjadi atensi kami sebagai anggota dewan, yang juga sebagai alumni. Tahun depan akan kami perjuangkan untuk dibangun tempat belajar yang representatif,” tuturnya

Nazamuddin menambahkan, yang dilakukan ini merupakan kewajiban moral sebagai alumni. Karena selain membantu sekolah, pihaknya juga sering melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Di tempat yang sama, Kepala SMPN 3 Kota Bima Atun Mindaratu mengaku yang dilakukan alumni 1986 ini tidak disangka – sangka. Dirinya merasa terharu dan bangga, karena alumni tersebut bisa hadir diwaktu yang tepat dan memberikan perhatian dan bantuan.

“Kebetulan Senin depan kita adakan expo kaitan dengan sekolah rujukan. Alumni 1986 hadir dan memberikan perhatian untuk membantu persiapan,” ucapnya.

Alumni SMPN 3 Kota Bima saat mengecat taman sekolah. Foto: Bin

Atun menjelaskan, kenapa SMPN 3 dipilih sebagai sekolah rujukan. Karena mereka saat presentase mengangkat soal kemitraan dengan alumni sebagai kelas insipirasi. Hasil presentase tersebut akhirnya menetapkan sekolahnya menjadi sekolah rujukan.

“Kenapa kita angkat kemitraan ini, karena disini masyarakat dan orang tua murid jika diundang sangat susah sekali. Dengan adanya kelas inspirasi ini, maka jelas alumni memiliki teman, teman dari alumni ini sebagian besar adalah orang tua murid,” tuturnya.

Kemudian dengan adanya kemitraan ini, orang tua jelas mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan di sekolah dan menunjukan kepeduliannya terhadap sekolah. Karena dengan adanya kepedulian dari para alumni dan kelas inspirasi ini, maka sekolah juga akan semakin maju.

Karena hasil presentase ini dirasa sangat efektif untuk perkembangan sekolah, beberapa alumni dipanggil untuk menjadi narasumber pada kegiatan inspirasi di sekolah. Diantaranya yang pernah dipanggil yakni ahli penyakit dalam Dokter Ali, Kapolsek Rasanae Timur Rusdi, Kabag Umum Muzamil, dan beberapa nama alumni yang sudah sukses.

“Nanti kita minta lagi para alumni lain untuk melakukan hal yang sama, agar bisa menjadi inspirasi siswa,” inginnya.

Ditanya soal persiapan sekolah untuk expo nanti, Atun mengaku sudah mulai mempersiapkannya dengan matang. Hasil karya dari siswa juga siap di expo, begitu juga dengan pembelajaran terbaik dan inovasi dari guru – guru, nanti akan diexspo.

“Yang akan membuka kegiatan nanti Kepala Dinas Dikbud Kota Bima. Sepanjang pinggir kelas nanti akan siapkan tempat untuk stand expo,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *