I Nengah Dasi Astawa: Jalan Strategis Jadi Orang Hebat dan Bermartabat Itu Pendidikan

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT) wilayah VIII Bali, NTB dan NTT I Nengah Dasi Astawa selalu tampil dengan performa terbaik, jika sudah bicara dihadapan ratusan mahasiswa. Gayanya yang khas, terus memotivasi dan tetap menyelipkan lagu ditiap penjelasan.

Kepala LLPT wilayah VIII Bali, NTB dan NTT I Nengah Dasi Astawa saat memotivasi mahasiswa pada acara Dialog Nasional di STIE Bima. Foto: Bin

Begitu yang terlihat saat I Nengah berbicara pada Dialog Nasional dengan tema Indonesia Maju yang digelar STIE Bima, Senin (5/11). Kegiatan tersebut juga dihadiri Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan RI Budi Setiyadi, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, sejumlah Ketua PTS dan mahasiswa di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. (Baca. STIE Bima Gelar Dialog Nasional “Indonesia Maju”)

Pada kesempatan itu, I Nengah terus memotivasi mahasiswa agar menjadi pribadi yang cerdas dan tidak digilas oleh zaman. Selain itu, mahasiswa juga harus memiliki integritas, agar bisa dipercaya oleh komunitas. Kemudian harus memiliki norma atau etika. Jika itu ada, maka akan menjadi berwibawa dan dihargai sama siapa saja. Berikutnya yakni harus berjiwa transformatif, tidak boleh kaku, fleksibel, reaktif dan inovatif. Lalu yang terakhir harus arif, karena arif akan menjadi bijaksana.

“Itulah yang saya sebut CINTA. Mahasiswa itu harus memiliki CINTA,” sarannya.

Menurut Profesor itu, pada jenjang pendidikan dimulai dari SD, SMP, SMA  semua orang bisa melaluinya dengan baik. Namun, pendidikan tinggi, menjadi pendidikan yang terakhir yang juga harus dilalui dengan kesungguhan.

“Karena memang jalan strategis, jalan pintas, jalan lugas, jalan cerdas dan tuntas agar menjadi orang hebat dan bermartabat itu lewat pendidikan. Tanpa pendidikan, kita tidak akan maju. Mimpi setinggi langit pun, tidak bisa diraih dengan baik jika tidak mengenyam pendidikan yang baik,” jelasnya.

Kepala LLPT wilayah VIII Bali NTB dan NTT I Nengah Dasi Astawa saat berbicara di Dialog Nasional STIE Bima. Foto: Bin

Maka dari itu, hari ini dirinya akan memberikan formula sejarah tentang keberhasilan pemerintah melalui Dikti untuk mendorong anak – anak muda agar menjadi anak muda yang bekerja cerdas, bekerja tuntas, berkualias, tidak malas dan bekerja ikhlas yakni dengan jalan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Ia juga mengungkapkan, di NTB ada ratusan perguruan tinggi. Pemerintah terus mendorong untuk mengajukan prodi – prodi yang disenangi oleh masyarakat. Pihaknya selaku representasi pemerintah di tingkat Provinsi, juga siap membantu masyarakat untuk membangun peradaban baru, yaitu membangun anak – anak muda yang hebat dan bermartabat.

“Sehari 5 kali sholat, jangan pernah terlambat. Kalau anak muda ingin hebat, harus jaga martabat. Dimana pun daerah ingin maju, untuk mengangkat harkat dan mertabatnya, maka pendidikan menjadi jalur yang sangat strategis,” katanya.

I Nengah menuturkan, berbagai upaya juga terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi anak muda. Dalam tempo yang begitu singkat, angka partisipasi anak muda untuk mengenyam pendidikan tinggi sudah mencapai 31,29 persen. Walaupun Indonesia masih kalah dari 8 negara.

Harapan pemerintah dikti, dan presiden sambungnya, bagaimana angka ini terus didongkrak. Karena peradaban bangsa, harga diri bangsa, daya saing bangsa bisa ditentukan dari kualitas, bukan kuantitas.

Dialog Nasional Indonesia Maju yang digelar STIE Bima dihadiri ratusan mahasiswa dari 12 PTS. Foto: Bin

“Makanya Bima tidak boleh mengeluh, tidak boleh merasa kecil. Anda bandingkan dengan Singapura, jauh lebih luas Bima. Tapi pertanyaannya kenapa Singapura lebih maju, karena persoalan SDM nya. Apakah kita kalah dari Singapura, tidak. Saya yakin dan percaya, jika pendidikan semakin ditingkatkan, maka akan bersaing dengan Singapura,” ucapnya memotivasi mahasiswa yang hadir.

Dia juga mengungkapkan, program – program yang dilakukan pemerintah selama ini tiada lain adalah memberikan aksesibilitas dan ruang yang seluas – luasnya kepada anak muda. Melihat ruang itu, dirinya pun percaya betul, jika di Bima akan bisa melakukannya dan bisa maju.

“Nanti setelah kalian diwisuda, kalian tidak boleh cengeng. Pemerintah juga ingin agar kalian bisa membangun entrepreneurship. Kalian harus bermimpi tinggi – tinggi. Anak muda tidak boleh berpimpi rendah,” sarannya.

Ia menambahkan, saat ini zaman sudah memasuki revolusi industri 4.0. Era ini penuh tantanga, maka jangan menjadikanya sebagai ancaman. Tapi harus dijadikan peluang untuk meraih kesuksesan.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *