Mahasiswa Desak Pemkot Bima Buka Lapangan Kerja Seluas-Luasnya

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Menggugat, menggelar aksi depan Kantor Walikota Bima, Senin (5/11). Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Menggugat saat menggelar aksi depan Kantor Walikota Bima. Foto: Deno

Mahasiswa dari LMND, IMS, LSiP, GAPERMA, GERAKAN HITAM, HIMKEM, IMAWER, KMPL, GENPAR dan KKMPMS tersebut, selain bergantian menyampaikan orasi ilmiahnya, juga membakar ban bekas sebagi wujud semangat juang.

Koordinator Aksi Fijai dalam orasinya menyampaikan, terwujudnya sebuah perubahan tidak terlepas dari peran pemuda. Pemuda harus diperhatikan dan diberikan ruang, untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas yang dimiliki. Untuk itu, Pemerintah Kota Bima segera membuka lapangan kerja seluas – luasnya dan layak bagi para pengangguran.

“Kami minta Walikota Bima segera perhatikan banyaknya jumlah pengangguran yang ada, buatkan mereka lapangan kerja yang seluas-luasnya,” pintanya.

Mahasiswa lain M Yogi saat berorasi menyampaikan beberapa tuntutan, seperti meminta pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis, demokratis dan ilmiah. Segera wujudkan perpustakaan berjalan, hentikan tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa, seret dan adili pelaku tindak kejahatan kemanusiaan.

“Wujudkan lapangan kerja untuk pemberdayaan pemuda dan ganti haluan ekonomi. Kalau tuntutan kami tidak direspon dengan baik, kami akan membangun gerakan yang lebih besar lagi,” ancamnya.

Usai berorasi di depan Kantor walikota Bima, para mahasiswa melanjutkan aksinya depan Kantor DPRD kabupaten Bima dan Kantor Polres Bima Kota, untuk menuntut tindakan represif oknum anggota Polisi terhadap mahasiswa yang menggelar aksi di Kantor DPRD kabupaten Bima beberapa hari yang lalu.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *