Kementerian PUPR Evaluasi Program NUSP dan NSD di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran Kementerian PUPR dan Perumahan Rakyat dan perwakilan ADD hadir di Kota Bima, Rabu (7/11) untuk mengevaluasi pelaksanaan program NUSP dan NSD. Kedatangan mereka ditindaklanjuti dengan pertemuan bersama Wakil Walikota Bima dan jajaran OPD terkait.

Jajaran Kementerian PUPR dan Perumahan Rakyat dan perwakilan ADD saat meninjau pemukiman yang dbangun di Kelurahan Jatiwangi. Foto: Bin

Perwakilan dari Dinas PUPR, dan Dinas Perkim mempresentasikan apa saja sudah dilaksanakan melalui program NUSP dan progresnya. Salah satunya pembangunan rumah melalui program NSD sebayak 90 unit, dari 218 unit yang direncanakan.

Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan menyampaikan komitmennya di depan jajaran Kementerian PUPR dan Perumahan Rakyat untuk bisa maksimal mendukung keberhasilan program NUSP dan NSD yang sedang berjalan.

“Bagian yang menjadi tanggungjawab daerah tetap akan diutamakan, termasuk sarana dan prasarana pendukung lain,” katanya.

Perwakilan Kementerian PUPR  Anastasia Carolina menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemkot Bima atas perhatian dan keseriuasan selama pelaksanaan program NUSP dari tahun 2015 sampai tahun 2018.

“Jadwal pelaksanaan evaluasi selalu dilakukan selama 2 kali dalam setahun, di awal dan akhir tahun tetap kami evaluasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan evaluasi ini kata dia, pemerintah pusat ingin melihat secara langsung sejauh mana tingkat keberhasilan pengurangan pemukiman dan kawasan kumuh, dan manfaatnya setelah keberadaan program dimaksud. Termasuk evaluasi dampak positif terhadap perubahan paradigma masyarakat untuk dapat hidup sehat dan bersih.

“Program NUSP akan selesai tahun 2018. Kedepan, pemanfaatan program ini bisa dilaksanakan dengan baik dan dijaga bersama warga dan pemerintah,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *