Pelantikan KNPI Kota Bima Didemo Kelompok Pemuda

Kota Bima, Kahaba.- Pelantikan KNPI Kota Bima di Convention Hall, Senin pagi (12/11) diwarnai aksi demonstrasi. Kelompok pemuda yang tergabung dalam Front Darah Juang Pemuda Kota Bima menilai pengurus KNPI yang dilantik oleh Walikota Bima cacat administrasi dan cacat hukum.

Front Darah Juang Pemuda Kota Bima saat menggelar aksi di depan arena pelantikan KNPI Kota Bima. Foto: Bin

Sukriadin, salah seorang massa aksi menilai pelantikan tersebut tidak sah. Karena proses yang dilalui tidak memenuhi ketentuan. Seperti tidak sedikit OKP yang tidak dilibatkan dalam prosesnya.

“Ketua KNPI ini tidak memahami AD/ART. Pelantikan pengurus ini cacat secara administrasi dan cacat hukum,” tudingnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyorot pencairan anggaran sebesar Rp 100 juta oleh Pemkot Bima untuk KNPI, sebelum periode pengurusan ini dilantik. Pasalnya dalam ketentuan, anggaran itu harus dicairkan setelah pengurus dilaksanakan pelantikan.

“Anggaran Rp 100 juta itu sudah diberikan oleh Pemkot, sebelum pengurus KNPI dilantik. Ini jelas melanggar ketentuan dan prosedur,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Ketua KNPI Kota Bima terpilih untuk memahami AD/ART, agar organisasi kepemudaan itu bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Di tempat yang sama, Salah seorang orator Amirullah mendesak agar Ketua KNPI Kota Bima terpilih untuk keluar dari ruangan pelantikan. Menjelaskan secata detail maksud pelantikan yang digelar dan soal anggaran Rp 100 juta yang dicairkan terlebih dahulu sebelum pelantikan digelar.

“Keluar Ibu Ketua KNPI, beri penjelasan dan pertanggungjawabkan semua sorotan kami,” desaknya.

Aksi tersebut berjalan dengan damai dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Sementara di dalam arena pelantikan, kendati ada aksi namun tidak menganggu jalannya pelantikan yang dilaksanakan oleh Walikota Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *