Kurangi Resiko Bencana, BPBD Gelar Lokakarya Pengolahan Sampah Partisipatif

Kota Bima, Kahaba.- Mengingat musim hujan sudah mulai tiba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima menggelar lokakarya tentang pengolahan sampah partisipatif, di Gedung Seni Budaya (GSB), Selasa (13/11).

Lokakarya Pengolahan Sampah Partisipatif yang digelar oleh BPBD Kota Bima. Foto: Eric

Kegiatan itu dihadiri 100 peserta dari berbagai komunitas pecinta lingkungan, OPD terkait, lurah dan camat serta para relawan dari TSBK. Sementara pemateri dari Menko Kemaritiman dan anggota perwakilan Bank Sampah dari Kota Magelang.

Kepala BPBD Kota Bima H Sarafuddin menjelaskan, saat ini permasalahan sampah menjadi pembahasan serius  secara nasional, begitu juga di Kota Bima. Hal ini dipengaruhi populasi bertambahnya penduduk serta pola konsumsi masyarakat juga semakin tinggi.

“Sampah masih menjadi masalah yang harus kita tanggulangi bersama, meskipun sampah itu sendiri disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah yang masih membuang dengan sembarang,” ujarnya.

Dengan masih minimnnya pengetahuan tentang tata cara pengelolaan sampah, baik itu berdasarkan pengetahuan dan teknologi serta pengelolaan sampah yang berbasis kelompok dan perorangan. Kegiatan lokakarya pengolahan sampah partisipatif perlu diadakan, agar peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat kedepan.

“Lewat lokakarya ini para peserta dapat memiliki konsep pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola dan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, dan membawa perubahan perekonomian,” katanya.

Sementara itu Ketua Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) Anwar Arman mengungkapkan, kegiatan lokakarya ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan aksi bersih sungai beberapa pekan lalu. Sehingga harus ada sikap dan komitmen bersama, bahwa untuk mengurangi resiko bencana butuh kerjasama semua pihak.

Menurut pria yang juga anggota DPRD Kota Bima itu, penyebab banjir itu salah satunya penumpukan sampah di sungai. Kemudian masih kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan masih tinggi. Untuk itu, melalui lokakarya ini diharapkan kepada peserta, mampu mensosialisasikan kembali materi yang telah diberikan narasumber kepada masyarakat.

Untuk itu, pihaknya kepada peserta yang hadir mampu menginisiasi masyarakat, untuk membentuk kelompok sadar sungai, sekolah sungai dan berbagai elemen yang bergerak dalam hal kebersihan lingkungan. Agar bisa memilah dan mengolah sampah menjadi produk yang berguna.

“Dan yang terpenting lingkungan menjadi bersih dan kita bisa mengurangi resiko terjadi bencana seperti banjir,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *