Lukman Akui Bukan Pengurus GP Ansyor

Kota Bima, Kahaba.- Pernyataan Ketua Formatur GP Anshor Kota Bima Rafi’in, yang menyebutkan Lukman bukan pengurus GP Ansor saat berbicara waktu hearing soal pembagian bibit jagung di kantor DPRD Kota Bima kemarin, diakui sendiri oleh Lukman. (Baca. Rafi’in: GP Ansor Kota Bima Tidak Terlibat Program Bibit Jagung)

Hearing antara Forum Petani Jagung Kota Bima bersama Dinas Pertanian, DPRD dan GP Ansor. Foto: Eric

“Saya bukan pengurus GP Anshor Kota Bima, hanya sebagai pemerhati saja,” ucapnya, Jumat (16/11).

Diakuinya, ia menghadiri hearing bersama dewan, Dinas Pertanian dan Forum Petani Jagung (FPT) hanya sebagai penerima manfaat bibit jagung, bukan sebagai perwakilan GP Anshor.  (Baca. Dirugikan Dari Bantuan Bibit Jagung, Petani Audiensi dengan Dewan dan Dinas Pertanian)

“Mengenai pernyataan Ketua GP Ansor Kota Bima tersebut, saya tidak mau masuk wilayah itu. Walaupun ada kaitan dengan soal bibit,” ujarnya.

Dia menilai, pernyataan Ketua GP Ansor Kota Bima itu juga wajar. Karena secara struktural dirinya bukan bagian dari GP Ansor. Tapi sebagai caleg PKB, jadi wajar berada di dalamnya.  (Baca. GP Ansor Akui Ambil Uang Saat Penyaluran Bibit Jagung, Uang Petani Akan Dikembalikan)

“Pokoknya saya datang ke dewan sebagai penerima manfaat,” tandasnya.

Kemudian ditanya kenapa saat hearing berbicara sebagai GP Anshor?  Ia menjelaskan,  penyaluran program bantuan bibit jagung yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut memang sepengetahuan GP Anshor Kota Bima. (Baca. Ini Fakta Lain Penarikan Uang Bibit Jagung Oleh GP Ansor)

Sebelum hadiri agenda hearing, malam harinya ia sudah membicarakan dengan sejumlah temannya dari GP Ansor, dan meminta diri untuk hadir. Kemudian karena sudah hadir, maka sekalian untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi kebenarannya yang terjadi di Kelurahan Panggi.

“Apapun yang telah terjadi, ini hanya miss  komunikasi saja. Maka dari itu saya tekankan, hadir sebagai penerima manfaat saja,” tambahnya.

Lukman menambahkan,  tidak ada istilah penarikan uang pembagian bibit dan tak ada keributan di tengah masyarakat. Karena semuanya sudah diklarifikasi. Masyarakat juga menyatakan sikap tidak mempermasalahkan, dan sebagian penerima manfaat bahkan dalam waktu dekat akan datangi dewan untuk sampaikan bahwa bantuan bibit tersebut dirasa membantu petani.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *