Pembangunan Masjid Al Muwahiddin Bima Diserahkan ke Pemkot Bima

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi bersama Ketua Yayasan Masjid Al Muwahiddin H Zainul Arifin menandatangani penyerahan sebagian aset berupa tanah dan bangunan milik Yayasan Al Muwahidin Bima, sekaligus penyerahan sertifikat tanah dan dokumen perencanaan dan pembangunan masjid dimaksud kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.

Penyerahan proses pembangunan Masjid Al Muwahiddin oleh Ketua Yayasan H Zainul Arifin ke Walikota Bima HM Lutfi. Foto: Bin

Penyerahan tersebut dilaksanakan sesaat sebelum digelarnya Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kota Bima, di halaman kantor Pemkot Bima, Senin (19/11). Sementara penandatangan penyerahan aset tersebut disaksikan oleh Sekda Kota Bima, Asisten I Setda Kota Bima dan sejumlah tokoh agama.

Sekda Kota Bima H Mukhtar Landa yang dikonfirmasi usai acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengaku, setelah penyerahan aset ini tentu akan ditindaklanjuti dengan kerja nyata pemerintah daerah. Anggaran untuk mempercepat pembangunannya juga sudah dialokasikan di tahun 2019.

“Pemerintah sudah siapkan anggaran Rp 10 Miliar tahun 2019 untuk mempercepat pembangunan Masjid Al Muwahiddin. Kalau belum selesai, akan terus dianggarkan pembangunan masjid tersebut tuntas,” ujarnya.

Saat ini kaat sekda, yayasan tinggal menyelesaikan proses pekerjaan dari anggaran tahun 2018, sampai tanggal 31 Desember 2018. Kemudian pemerintah akan mulai mengerjakannya Januari tahun 2019.

“Nanti juga akan dilakukan audit sampai sejauh mana penggunaan anggaran yang dikelola oleh yayasan,” katanya.

Mukhtar menegaskan, karena sudah adanya perhatian serius dari Walikota HM Lutfi dan Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan untuk mempercepat pembangunan masjid tersebut. Maka tidak alasan tempat ibadah tersebut tidak rampung.

“Karena pemerintah sudah serius, jadi tidak ada alasan masjid itu tidak diselesaikan,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *