Demo di STIE Bima Bentrok Dengan Polisi, 5 Mahasiswa Diamankan

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan mahasiswa gabungan seluruh BEM se-Kota dan Kabupaten Bima menggelar aksi di depan Kampus STIE Bima, Kamis (22/11). Aksi menuntut tindakan premanisme terhadap mahasiswa dan adanya surat skorsing untuk Ketua BEM STIE dan surat DO untuk 4 mahasiswa lain tersebut berakhir bentrok antara massa aksi dan Polisi.

Gerbang kampus roboh saat aksi mahasiswa di depan Kampus STIE Bima. Foto: Deno

Pantauan media ini, saat masa aksi tiba depan Kampus STIE, massa aksi langsung mendobrak pintu masuk kampus hingga roboh. Aksi pelemparan kaca jendela kampus pun tidak bisa dihindari.

Kendati sudah dilarang dan dihalau oleh Polisi, aksi pelemparan pun tetap terjadi. Hanya saja saat itu, belum tahu pasti siapa pelakunya, apakah itu dari massa aksi atau dari pihak yang sengaja memprovokasi jalannya aksi tersebut.

Saat perwakilan Polisi memberikan arahan agar tidak ada aksi pelemparan lagi, pelemparan tetap saja terjadi. Polisi pun mengidentifikasi pelaku pelemparan dan menangkap. Bentrok pun tidak bisa dihindari antara mahasiswa dan Polisi. Tembakan peringatan hingga tembakan gas air mata dari Polisi memukul mundur para mahasiswa dan menangkap beberapa mahasiswa yang dianggap provokator.

Bentrok tersebut menjadi perhatian masyarakat yang melintas. Aksi saling kejar antara Polisi dan mahasiswa jadi tontonan publik. Mahasiswa dalam area kampus yang tidak ikut aksi pun berlari berhamburan.

Kabag Ops Polres Bima Kota Kompol Kasman menyampaikan, 5  orang mahasiswa yang diamankan merupakan mahasiswa diberbagai kampus. Mereka diduga pelaku aksi pelemparan kaca jendela kampus.

“Kami amankan 5 orang mahasiswa, mereka diduga provokator sekaligus pelaku pelemparan kaca jendela kampus. Saat ini mahasiswa tersebut sedang berada di Polres Bima Kota untuk diproses,” ujarnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *