Proyek Pelebaran Sungai di Kelurahan Santi Justru Mengancam Warga

Kota Bima, Kahaba.- Pekerjaan proyek pelebaran sungai pasca banjir di Kelurahan Santi justru menyisakan masalah baru. Kondisi sungai memang sudah lebar. Tapi tebing sungai yang dipakai untuk jalur alat berat, justru tidak diperbaiki.

Lurah Santi Wahyudin. Foto: Bin

“Percuma saja sungai diperbelar, sementara jalur tebing untuk alat berat sepanjang 50 meter tidak diperbaiki. Nanti kalau hujan, air akan meluap ke pemukiman warga,” sorot Lurah Santi Wahyudin, Selasa (27/11).

Wahyudin mengungkapkan, pekerjaan itu merupakan proyek tanggap darurat yang diperintahkan oleh mantan Walikota Bima HM Qurais H Abidin, untuk pelebaran sungai hingga di Kelurahan Jatiwangi.

“Itu proyek dikerjakan tahun 2017, tapi tidak selesai,” ungkapnya.

Ia mengakui, pekerjaan pelabaran sungai di Kelurahan Santi dibiarkan begitu saja. Demikian juga dengan jalur tebing yang dipakai untuk alat berat, tidak ada perhatian sama sekali untuk diperbaiki.

“Makanya kita akan bersurat ke Dinas PUPR Kota Bima atau BWS Provinsi NTB. Untuk memperbaiki tebing tersebut,” inginnya.

Kata Wahyudin, kondisinya saat ini berbahaya dan mengancam warga Santi. Jika hujan deras turun dan banjir, pasti air keluar ke pemukiman warga.

“Ya kita minta segera diperbaiki tebing itu. Jika tidak, akan jadi ancaman untuk warga karena air tidak mengalir ke sungai,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Kota Bima Didi Fahdiansyah saat dikonfirmasi akan memerintahkan kepada bidang terkait untuk mengecek kondisi tebing tersebut.

“Hari ini dicek dulu,” ucapnya singkat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *