Listrik Terus Dipadamkan, PLN Telah Merugikan Rakyat

Kota Bima, Kahaba.- Pemadaman listrik bergilir terus dilakukan oleh PT PLN Bima, entah sampai kapan berakhir belum diketahui. Kebijakan tersebut pun cukup menganggu, pasalnya aktivitas warga pun terhambat.

Anggota DPRD Kota Bima H Armansyah. Foto: Bin

Aktivitas pemadaman tersebut juga menjadi sorotan anggota DPRD Kota Bima H Armansyah. Sebab, selain juga dialami sendiri, juga acapkali menerima laporan dan keluhan dari masyarakat.

“Pemadaman ini sudah lama, kita juga tidak tahu ini masalahnya apa. Pemadaman ini juga seolah menjadi rutin dilakukan setiap tahun,” katanya, Rabu (28/11).

Menurut duta PKS itu, pemadaman tidak saja bergilir melalui pemberitahuan. Tapi juga dilakukan tanpa pemberitahaun. Sebentar padam dan sebentar menyala.

“Kalau begini tentu banyak masyarakat yang merasa dirugikan. Bisnis tidak berjalan dengan baik, perdagangan dan aktifitas pemerintahan dan sebagainya jelas terganggu,” sorotnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada pemerintah eksekutif menyikapi kebiasaan PLN melakukan pemadaman listrik seperti ini. Karena tidak saja 1-2 jam, kalau sore hari dipadamkan, malam hari sekitar pukul 22.00 baru dinyalakan.

“Ada apa PLN ini. Sementara di satu sisi, perlindungan terhadap kegiatan ekonomi rakyat ini sama sekali tidak dipertimbangkan PLN,” ujarnya.

Pria jangkung ini menambahkan, karena persoalan ini pihaknya pun berupaya untuk memanggil pihak PLN untuk memberikan klarifikasi. Selain itu, ingin menggali lebih dalam tanggungjawab PLN terhadap persoalan ini.

Sementara itu, Manager PT PLN Area Bima melalui Bidang Administrasi dan Pelayanan Agung mengaku, ini karena terkendala mesin pembangkit yang saat ini dilakukan pemeliharaan. Kemudian yang harusnya semester pertama dilakukan servis, tapi baru saat ini dilakukan. Sehingga ada gangguan tersebut.

“Seharusnya pemeliharaan mesin dilakukan pada semester pertama. Tapi karena banyak agenda yang penting di Bima seperti Pilkada, UAS dan bulan puasa, jadi ditunda pemeliharaannya. Maka sekarang masa pemeliharaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya beda-beda tugas. Ada sektor dan pelayanan. Sementara permasalahan yang dihadapi saat ini ada pada sektor. Pihaknya di bidang pelayanan berbeda fungsi dengan PLN sektor. Kemudian yang mengurus mesin pembangkit ini ada di sektor.

“Tapi kami meminta maaf atas gangguan dan ketikdanyamanan ini. Kami tetap berkoordinasi dengan PLN sektor. Mengenai pemulihannya kapan tetap akan diupayakan,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *