Kementrian Pertanian Gelar Bimtek Pendampingan TBTP di Ponpes Al Madinah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kementrian Pertanian RI melalu Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) NTB menggelar bimbingan teknis pendampingan tehnologi budidaya tanaman pangan, holtikultura dan budidaya ayam KUB berbasis pondok pesantren dan kepemudaan di Pondok Pesantren Al Madinah, Rabu (28/11).

Bimtek pendampingan teknologi budidaya tanaman pangan, holtikultura dan budidaya ayam KUB berbasis pondok pesantren dan kepemudaan di Pondok Pesantren Al Madinah. Foto: Yadien

Perwakilan BPTP NTB Darwis mengatakan, program tersebut merupakan bentuk sinergisitas antara Kementrian Pertanian dengan kelembagaan berbasis pondok pesantren.

“Ini adalah langkah awal kemitraan yang dilakukan oleh Kementrian Pertanian dengan pondok pesantren,” ujarnya.

Kata dia, sejauh ini, pihaknya sudah menjalin kemitraan dengan 26 kementrian dan lembaga yang ada di Indonesia, dalam rangka menyukseskan program tersebut. Tidak hanya di Pondok Pesantren Al Madinah, di pondok lain juga akan lakukan hal yang sama.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya membawa beberapa jenis bibit yakni bibit jagung, padi, dan berbagai macam sayur-sayuran dan tanaman obat. Juga membawa bantuan berupa polibek, sehingga warga pondok tidak lagi susah-susah membeli polibek.

Ia menjelaskan, program tersebut dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan warga pondok pesantren terhadap sayur-sayuran. Tidak hanya itu, jika bantuan berupa bibit tanaman tersebut sudah ditanam, pihaknya juga berencana akan memberikan bantuan bibit unggas seperti ayam dan sebagainya.

“Bantuan dan pembinaan ini tidak hanya sekali ini saja. Tapi akan berlanjut,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima Indra Jaya menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Ini bagus, jadi warga pondok pesantren bisa menghijaukan lingkungan pondok dengan sayur-sayuran dan tanaman obat,” katanya.

Indra Jaya meminta agar Pondok Pesantren Al Madinah membentuk kelompok tani dan mengajukan proposal permohonan bantukan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Bima atau Provinsi NTB, agar bisa mendapatkan bantuan alat pertanian. Karena selama ini belum ada pondok yang minta bantuan..

Pada kesempatan tersebut dia juga mengimbau kepada masyrakat pondok pesantren agar tidak menanam bibit jagung tersebut dengan membabat gunung secara liar.

“Jangan babat gunung. Nanti akan hadir musibah,” ingatnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *