Zona Pengembangan Wisata di Bima, Ini Sejumlah Tempat Prioritas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pariwista terus mengembangkan kemajuan destinasi wisata, terutama tempat wisata yang sering dikunjungi dan banyak diminati. Tahun 2018 saja, Pantai Lariti sudah diprioritaskan untuk pengembangan.

Kabid Pengembangan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Muhammad Akbar. Foto: Deno

Kabid Pengembangan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Muhamad Akbar menyampaikan, beberapa zona yang menjadi prerioritas untuk dikembangkan adalah, Zona Salawa. Zona ini mencakup, wisata yang ada di Sape, Lambu dan Wawo. Di Kecamatan Sape ada wisata Nanga Nuri, di Lambu ada Wisata Pantai Lariti, Pantai Pink atau Torombala, Tanjung Maria, Gilibanta dan Pantai Kelapa.

“Untuk wisata yang ada di Kecamatan Wawo, ada Kolam pemandian peninggalan Belanda dan Uma Lengge,” sebutnya, Selasa (4/12).

Kata Akbar, untuk Pantai Lariti merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi. Ribuan orang tiap pekan mendatangi pantai tersebut. Selain pantainya yang indah dan bersih, di sana juga sudah dibangun pedestrian atau jalan dalam kawasan, dibangun pergola atau lorong terbuka dan jajan kuliner tradisional yang disediakan oleh BUMDes dan Pokdarwis.

“Di Pantai Lariti Juga sudah dibangun Tracing Dack, yang memiliki 3 baruga dan salah satunya baruga untuk menara pemantau,” jelasnya.

Karena pengunjung Pantai Lariti ini banyak sambungnya, Dinas Pariwisata bersama Pokdarwis sudah membangun gapura identitas dan sarana penting lainnya. Seperti toilet dan kamar pengganti, karena itu merupakan bagian dari kebutuhan utama para pengunjung selain menikmati keindahan pantai.

Untuk Zona lainnya yang akan dikembangkan adalah Zona Sangia Api, meliputi 2 Kecamatan yakni Kecamatan Ambalawi dan Kecamatan Wera. Di Kecamatan Ambalawi terdapat wisata Pantai Oi Fanda, pantai yang dikelilingi pasir putih dan kebun kelapa tersebut cukup diminati pengunjung. Di sana akan segera dibangun baruga, toilet dan kamar pengganti.

“Kecamatan Ambalawi juga memiliki Pantai Ina Sei, pantai kuliner yang menyediakan berbagai macam jenis ikan,” ujarnya

Sedangkan di Kecamatan Wera tambah Akbar, ada Pulau Ular. Pulau tersebut dihuni ribuan ular. Hanya saja ular yang ada tidak menjadi ancaman bagi para pengunjung. Selain tidak berbisa, ular yang ada di sana juga bisa dipegang.

Kecamatan Wera juga memiliki Gunung Sangiang, gunung berapi yang masih aktif tersebut juga tidak ketinggalan dikunjungi, di sana juga dijadikan tempat Festival Perahu yang merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bima.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *