BPK Turun Pantau Pengembalian Kerugian Negara di Bappeda

Kota Bima, Kahaba.- Kerugian negara miliaran rupiah di Bappeda dan Litbang Kota Bima menjadi perhatian serius BPK RI Perwakilan NTB. Kepada 4 orang ASN yang bertanggungjawab untuk mengembalian kerugian tersebut, terus didorong untuk menyelesaikan kewajibannya. Lantas sudah sampai sejauhmana progres pengembalian kerugian tersebut?  (Baca. Di Bappeda, Belanja Rp 6 Miliar Lebih Jadi Temuan, Begini Tanggapan BPK)

Inspektur Daerah Kota Bima H Syamsuddin. Foto: Bin

Inspektur Daerah Kota Bima H Syamsuddin saat dimintai tanggapan progres pengembalian tersebut mengaku, tim dari BPK RI Perwakilan NTB beberapa hari terakhir sudah berada di Bima. Selain memeriksa hasil temuan pada tahun – tahun sebelumnya juga sampai sekarang, juga turun memantau pengembalian kerugian negara di Bappeda dan Litbang Kota Bima.   (Baca. Temuan Rp 6 Miliar di Bappeda, Dewan Duga Ada Pemalsuan Tandatangan Pejabat Tinggi)

“Sudah 2 hari tim BPK berada di Kota Bima, termasuk memantau pengembalian kerugian negara di Bappeda,” ujarnya, di Kantor Pemkot Bima, Rabu (5/12). (Baca. Akui Temuan BPK Sebesar Rp 6 Miliar, Begini Penjelasan Kepala Bappeda)

Kata pria yang baru dilantik menjadi Inspektur Daerah Kota Bima itu, untuk progres pengembalian belum diketahui. Pihaknya akan melihat hingga hari Jumat pekan ini. (Baca. Penyidik Tipikor Bidik Dugaan SPJ Fiktif di Bappeda)

“Kalau progres pengembalian tidak signifkan, nanti akan kita lihat arahan dari BPK,” katanya.  (Baca. Temuan di Bappeda, Wahab: Saya Terima Honor Sekali, SPJ Nama Saya Banyak Sekali)

Menurut Syamsuddin, untuk mempercepat pengembalian tersebut pemerintah juga akan terus mendorong bagaimana ASN yang bertanggungjawab mengembalikan bisa secepatnya memenuhi kewajiban.  (Baca. Akui Temuan BPK Sebesar Rp 6 Miliar, Begini Penjelasan Kepala Bappeda)

“Iya terus kita dorong, biar pengembaliannya selesai,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *