Walikota Bima Sorot Pol PP, Anggota Diminta Selalu Siaga

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi meninjau kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Bima, serta memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Sat Pol PP dan Damkar, di halaman kantor setempat, kemarin.

Walikota Bima saat memberikan pengarahan kepada Pol PP. Foto: Ist

Walikota secara khusus menyorot kondisi peralatan dan fasilitas pendukung operasional Pol PP dan Damkar seperti kendaraan razia maupun kendaraan damkar.

Didampingi Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kota Bima H Suaeb, Walikota mengingatkan agar seluruh anggota selalu dalam kondisi siaga dan merawat kendaraan-kendaraan operasional, agar dapat langsung digunakan setiap ada kebutuhan.

“Apalagi sekarang kita sudah meluncurkan layanan call center kegawatdaruratan Kota Bima Siaga 112. Konsekuesinya instansi terkait harus siap siaga menanggapi telpon masyarakat, salah satunya terkait pemadam kebakaran,” kata Walikota.

Plt Kasat Pol PP dan Damkar dan jajaran juga diminta secara rutin mengecek kondisi fasilitas penunjang. Jika ada yang sudah tidak layak pakai agar segera didata untuk diupayakan diganti.

Hal lain yang disorot adalah kedisiplinan dan kekompakan, termasuk dalam hal berpakaian. Dikatakan oleh Walikota, dirinya telah memberi arahan kepada TAPD untuk mengakomodir kebutuhan seragam dan kelengkapan anggota Sat Pol PP dan Damkar.

“Seragam dan kelengkapan atribut itu perlu agar terlihat kompak dan berwibawa karena Pol PP adalah ujung tombak penertiban dan penegakan Perda,” ujarnya.

Pesan lain adalah seluruh jajaran memperkuat koordinasi. Karena koordinasi sesuai rantai atau prosedur, namun juga jangan dipersulit. Hal yang bisa diselesaikan pada jajaran bawah atau menengah tidak perlu dipersulit sampai ke atas, agar dapat segera terselesaikan secara efektif.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *