Walikota Bima dan Ketua DPRD Terima LHP BPK Atas Belanja Modal Tahun 2018

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi dan Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Belanja Modal Tahun Anggaran 2018 dari Kepala BPK Perwakilan NTB Hery Purwanto, Rabu kemarin di kantor BPK RI Perwakilan Provinsi NTB.

Walikota Bima HM Lutfi menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Belanja Modal Tahun Anggaran 2018 dari Kepala BPK Perwakilan NTB. Foto: Ist

Hadir Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah. Sementara Walikota Bima didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima H Mukhtar Landa, Inspektur Daerah Kota Bima H Syamsuddin dan Kepala BPKAD Kota Bima Zainuddin.

Kepala BPK Perwakilan NTB menjelaskan, pasal 11 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara menetapkan klasifikasi jenis belanja negara terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Lain-lain dan Belanja Daerah.

Menurut Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), pengertian belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah aset tetap/inventaris, yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aset.

“Dalam pemeriksaan, yang dilakukan adalah pengecekan, terutama eksistensi barang yang ada di dokumen, benar-benar ada atau tidak, kemudian proses hingga barang tersebut ada dan yang terakhir terkait anggarannya, apakah dalam menganggarkan sudah sesuai dengan prinsip transparansi, ekonomis, efisiensi dan efektivitas,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPK Perwakilan NTB berpesan agar seluruh OPD terkait tetap berkomitmen untuk melaksanakan berbagai rekomendasi BPK demi penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *