Buka Kegiatan Talkshow Festival Mbojo Mataho, Sekretaris Dikbud Ajak Jaga Kerukunan

Kota Bima, Kahaba.- Menutup rangkaian kegiatan Festival Dana Mbojo Mataho, Wahid Foundation menggelar talkshow di Gedung Convention hall, Kamis (13/12). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Dikbud HM Yamin, perwakilan mahasiswa, siswa tingkat SMA sederajat, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sekretaris Dinas Dikbud HM Yamin saat membuka kegiatan Talkshow Festival Dana Mbojo Mataho. Foto: Eric

Capacity Building Senior Officer Wahid Foundation Hafizen dalam sambutannya menyampaikan, situasi dan kondisi di Bima membuat dirinya rindu akan kampung halaman di Kota Palembang. Sebab selama menetap sepekan, budaya disini masih tetap terjaga dengan baik. Sifat kesantunan dan ramah masih tetap terjaga.

“Bima penuh dengan keberagaman dan toleransi, hal inilah yang membuat Wahid Foundation datang dan menggelar sejumlah kegiatan. Guna menggali nilai kearifan lokal yang masih tetap terawat,” ujarnya.

Hafizen menuturkan, berdasarkan sejarah, Wahid Foundation berawal dari sebuah organisasi yang didirikan mantan presiden ke-4 H Abdurahman Wahid. Tahun 2004 melakukan berbagai gebrakan program membangun daerah, mulai dari penguatan ekonomi, lembaga pendidikan, advokasi kebijakan di level pemerintah serta program unggulan lain dalam membantu masyarakat.

Kehadiran Wahid Foundation pun mendapat kepercayaan dari Kemendikbud. Karena memiliki tujuan bersama menjalankan program pembangunan. Kemudian menjaga nilai dan kearifan lokal dan menjaga pilar perdamaian dalam harmoni keberagaman sosial.

Sementara itu Walikota Bima melalui Sekretaris Dinas Dikbud HM Yamin yang membuka secara resmi kegiatan Talkshow mengucapkan apresiasi kepada Wahid Foundation, karena telah menyelenggarakan kegiatan sangat positif yang tujuan merayakan keberagaman dan perdamaian di Kota Bima.

“Keberagaman merupakan ciri khas kehidupan bangsa, yang dikodratkan hidup dalam lingkungan plural namun tetap rukun aman dan damai,” katanya.

Menurut Yamin, pluralitas tidak hanya sebatas geografis. Tapi keberagaman ditunjukkan dengan beraneka suku, adat, tradisi budaya, bahasa maupun agama. Termasuk para penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang tersebar di seluruh daerah. Maka hendaknya keberagaman ini bisa dihargai sebagai sesuatu yang memperkaya khasanah bangsa.

“Demikian pula di Kota Bima, meskipun wilayah relatif kecil. Tapi menjadi rumah bagi etnis dan suku. Baik itu dari suku asli Bima maupun pendatang,” ungkapnya.

Dari banyaknya kegiatan yang dihelat Wahid Foundation selama 2 hari, ia berharap dapat menambah wawasan bagi seluruh peserta dan bisa diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *