Perintah Kepala Daerah, Inspektorat Periksa Pengadaan Lahan Relokasi di Sambinae

Kota Bima, Kahaba.- Beberapa hari terakhir Inspketorat Kota Bima mulai memeriksa pengadaan lahan relokasi di kelurahan Sambinae. Pemeriksaan tersebut dilakukan, karena lahan yang sudah menghabiskan anggaran miliaran, tidak bisa dimanfaatkan untuk tujuan awal. (Baca. 5 Hektar Lahan Relokasi di Sambinae Tidak Layak Ditempati)

Inspektur Kota Bima H Syamsuddin. Foto: Bin

Inspektur Kota Bima H Syamsuddin mengakui, pihaknya sudah membentuk tim internal untuk melakukan pemeriksaan pengadaan lahan relokasi dimaksud. Saat ini, masih dalam tahapan pengumpulan sejumlah dokumen. (Baca. Mengenai Relokasi Lahan di Sambinae, Begini Penjelasan Kepala Dinas Perkim)

“Sudah beberapa hari terakhir tim bekerja mengumpulkan sejumlah dokumen, selain itu juga melakukan pemeriksaan secara reguler di dinas lain,” ujar Syamsuddin saat ditemui di ruangannya, Rabu (19/12). (Baca. Walikota Bima: Lahan Relokasi di Sambinae Untuk Sapras Lain)

Diakuinya, maslaah pembebasan lahan di Sambinae itu menjadi atensi khusus Inspektorat, karena perintah kepala daerah dan menjadi perhatian publik. Sebelum akhir tahun 2018, pihaknya akan melaporkan hasil pemeriksaan ke kepala daerah. (Baca. Undang Perkim dan BPBD Dewan Pertanyakan Kenapa Belum Bangun Rumah di Lahan Relokasi)

“Nanti laporan kami berbentuk informasi dan rekomendasi,” katanya.

Karena perintah kepala daerha dan menjadi perhatian publik sambung Syamsuddin, jadi hasil pemeriksaan ini akan menjadi catatan serius kepala daerah. Gambaran secara umum soal pengadaan lahan itu harus diketahui oleh kepala daerah. (Baca. Dewan Tolak Anggaran Pematangan Lahan Relokasi di Sambinae Sebesar Rp2,5 Miliar)

“Kepala daerah juga ingin mengetahui bagaimana kinerja SKPD terkait tentang pengadaan lahan itu,” tuturnya.  (Baca. Dewan Minta Pemerintah Tinjau Kembali Lahan Relokasi di Sambinae)

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *