Warga Ambalawi Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk Bersubsidi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga Kecamatan Ambalawi mengeluhkan mahalnya harga pupuk bersubsidi yang sudah mencapai Rp 130.000 persak. Harga itu tentu melanggar kesepakatan yang sudah dibangun antar distributor dan pengecer.

Ilustrasi

Menurut tokoh pemuda Ambalawi Hasnun, beberapa bulan lalu telah disepakati bersama dengan Distributor CV Rezeki dan pengecer bahwa pupuk bersubsidi hanya djual Rp 100 ribu persak. Meskipun aturan sebenarnya hanya Rp 90.000 persak.

“Tiba-tiba saat ini pupuk urea bersubsidi dijual hingga Rp 130.000 persak. Informasi yang kita dengar juga dipaketkan dengan yang non subsidi 3 kg,” ungkapnya, Kamis (20/12).

Kata Hasnun, kebijakan ini tentu menimbulkan tanda tanya. Karena apa dasar hukumnya sehingga para pengecer menjual paket pupuk bersubsidi dan non subsidi. Karena tidak semua petani dapat membelinya dengan harga yang sudah ditentukan tersebut.

Jika memang harus dipaketkan demikian, tentu harus dimusyawarahkan dan mufakat terlebih dahulu dengan para petani. Tidak asal menentukan sepihak dan seolah itu wajib.

“Kami berharap kepada Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) dan juga distributor agar meninjau penjualan pupuk itu. Bagi pengecer yang nakal juga dicabut saja izinnya,” saran Hasnun.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *