Panitia Pilkades Lewintana Bantah Lakukan Kecurangan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tudingan Calon Kepala Desa (Cakades) Lewintana nomor urut 2  Budiman bahwa panitia Pilkades diduga curang, lantaran tidak melakukan sosialisasi tata cara penyoblosan yang mengakibatkan banyakya suara batal, dibantah oleh panitia Pilkades setempat. (Baca. Panitia Dinilai Curang, Cakades Nomor 2 Tolak Hasil Pilkades Lewintana)

Proses perhitungan suara Pilkades Lewintana. Foto: Ist

Ketua Panitia Pilkades Lewintana Yamin mengatakan, sesuai aturan tahapan Pilkades serentak tahun 2018 tidak ada tahapan sosialisasi. Banyaknya suara batal pada Pilkades Lewintana bukan kesalahan panitia, namun karena indikator lain yang sumbernya dari pemilih sendiri.

“Tidak ada tahapan sosialisasi dalam regulasi Pilkades tahun 2018,” tegasnya, Minggu (23/12).

Kata dia, banyaknya suara batal bisa jadi karena pemilih tergesa gesa saat mencoblos. Hal itu mungkin karena pemilih terlalu bersemangat dalam menentukan pilihan.

“Contoh suara batal yang terjadi yaitu pemilih mencoblos dobel Cakades,” ungkap Yamin .

Banyaknya suara batal tidak saja terjadi di Desa Lewintana bukan menjadi barometer bahwa panitia melakukan kecurangan, karena dibeberapa desa yang lain juga mengalami hal yang sama. Bahkan  jumlah suara batal di desa lain lebih banyak dari desa setempat.

“Di Desa Lewintana suara batal sebanyak 221 suara. Tapi di wilayah lain ada yang mencapai 400 suara batal,” beber Yamin.

Namun kata dia, jika Cakades nomor urut 2 ingin mempermasalahkan hasil Pilkades tersebut dan bahkan mengadukannya ke DPMDes itu adalah haknya.

“Kita siap dipanggil oleh siapa pun. Yang jelas kita sudah bekerja sesuai mekanisme dan aturan,” tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun tidak diatur dalam regulasi, pihaknya pernah melakukan sosialisasi saat pertemuan awal di kantor desa dengan seluruh Cakades dan unsur lain.

“Kita sempat sampaikan tata cara pencoblosan waktu itu,” tambahnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *