Tolak Hasil Pilkades Lewintana, Simpatisan Budiman Demo Pemda

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tidak terima dengan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lewintana Kecamatan Soromandi, sejumlah simpatisan Calon Kepala Desa (Cakades) Lewintana nomor urut 2 Budiman menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bima, Rabu pagi (26/12). (Baca. Panitia Dinilai Curang, Cakades Nomor 2 Tolak Hasil Pilkades Lewintana)

Demonstrasi Simpatisan Cakades Budiman di depan Kantor Bupati Bima. Foto: Yadien

Budiman dalam orasinya mengatakan, pihaknya menolak seluruh hasil Pilkades Lewintana tahun 2018, karena sarat dengan kecurangan dan konspirasi panitia dengan Cakades Nomor Urut 3.

“Terjadi kecurangan terstruktur dan masif pada proses Pilkades Lewintana,” tudingnya. (Baca. Panitia Pilkades Lewintana Bantah Lakukan Kecurangan)

Karena itu, Budiman mendesak Bupati Bima membatalkan hasil Pilkades Lewintana dan segera mengadendakan Pilkades ulang.
Budiman juga mendesak Bupati Bima agar mengganti seluruh panitia yang terlibat dalam Pilkades Lewintana, karena tidak netral.

“Parahnya lagi panitia merangkap menjadi tim sukses Cakaded nomor urut 3,” ungkapnya.

Selain itu, panitia Pilkades Lewintana tidak pernah melakukan sosialisasi tentang tata cara pencoblosan dengan membuat contoh surat suara sebagai alat sosialisasi, sehingga mengakibatkan banyaknya suara batal pada Pilkades setempat hingga mencapai 221 suara.

“Ketua Panitia Pilkades Lewintana diketahui memiliki hubungan dekat dengan Cakades nomor urut 3, yakni iparnya,” beber Budiman.

Pihaknya juga mendesak Bupati Bima agar segera mencopot Camat Soromandi dan PLT Kades Lewintana karena diduga membiarkan terjadinya kecurangan mulai dari proses pembentukan panitia hingga pelaksanaan Pilkades dilakukan.

“Mereka berpihak pada Cakades nomor urut 3. Copot mereka,” desaknya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *