Walikota Bima Beri Pembinaan Petugas Persampahan dan Pertamanan

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi bersama Wakil Walikota Feri Sofiyan, Ketua DPRD Syamsurih dan Wakil Ketua Alfian Indrawirawan memberikan arahan dan pembinaan kepada lebih kurang 400 orang petugas bidang persampahan dan pertamanan di lingkup Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, di Paruga Nae, Kamis (27/12).

Walikota Bima saat memakaikan seragam kebersihan ke petugas persampahan. Foto: Ist

Kepala DLH Kota Bima H Fakhrunraji saat laporan menyebutkan, dari 400 pegawai pada DLH Kota Bima, 300 orang diantaranya merupakan petugas lapangan. Sisanya tersebar di kelurahan dan di kantor DLH.

“Dari 300 petugas lapangan, 180 orang merupakan tenaga kontrak dan 120 berstatus PNS dengan berbagai jenjang, mulai dari tukang sapu, supir, dan lain-lain. Tingkat pendidikannya pun beragam. Ada yang tamat SD, SMP, hingga paket A, paket B maupun paket C,” paparnya.

Karena berbagai keterbatasan, baik dalam hal SDM maupun anggaran operasional. Selama ini petugas lapangan belum bisa bekerja optimal.
Secara tingkat kesejahteraan, penghasilan tenaga kebersihan masih jauh dibawa UMR.

Untuk itu, ia berharap semoga kondisi ini bisa diperbaiki. Sehingga kinerja bidang persampahan dapat ditingkatkan, agar target meraih Adipura dapat tercapai.

Walikota Bima dalam arahannya, secara khusus menyinggung perlunya keterlibatan dan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan di kali maupun di laut. Perlu dilakukan sosialisasi yang intens, agar buang sampah pada tempatnya jadi budaya”, kata Walikota.

Ia pun mengingatkan, Pemerintah tidak akan dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Jika hanya OPD terkait yang mengelola, sampai kapan pun masalah sampah tidak akan terselesaikan. Seluruh elemen harus terlibat. Mulai dari komunitas, organisasi wanita, pemuda, dan lain-lain. Apalagi masyarakat kita mayoritas Islam yang berkeyakinan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.

Walikota mengingatkan untuk belajar dari daerah lain yang lebih maju dalam pengelolaan sampah. Salah satu aspek yang menjadi best practice daerah-daerah tersebut adalah keterlibatan masyarakat atau sistem partisipatif.

Pemilahan sampah sudah dilakukan sejak dari hulu atau dari Rumah Tangga, sehingga pengangkutan sampah lebih efisien. Demikian pula upaya pengurangan jumlah sampah dan program daur ulang perlu direncanakan dengan baik. Ketiga hal ini sesuai dengan program arahan Kementerian Lingkungan Hidup yakni 3R (reduce, re-use, dan recycle).

Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan seragam secara simbolis kepada 3 orang petugas lapangan yang masing-masing diserahkan oleh Walikota, Wakil Walikota dan Ketua DPRD.

Selain seragam petugas, Walikota juga menyerahkan peralatan pendukung operasional salah satunya berupa gerobak sampah yang diterima oleh Bank Sampah Kelurahan Sarae dan Plt. Kadis Pariwisata Kota Bima yang menerima gerobak samsampah untuk dimanfaatkan di kawasan pariwisata.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *