Warga Diimbau Dzikir dan Doa di Masjid dan Musholla Saat Pergantian Tahun

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima dalam rangka memaknai pergantian tahun baru 2019, mengimbau kepada seluruh warga di masing-masing kelurahan untuk menggelar dzikir dan doa di masjid dan musholla.

Ketua PHBI Kota Bima H Ahmad. Foto: Bin

Ketua PHBI Kota Bima H Ahmad mengatakan, Pemerintah Kota Bima bersama Polres Bima sudah mengeluarkan surat imbau bersama
masyarakat Kota Bima untuk memakai pergantian tahun dengan ibadah. Tidak larut dalam gagap gempita dan mengelar pesta. Kemudian tidak melakukan hal yang sia-sia seperti ugal-ugalan di jalan, menyalakan pesta kembang api, pesta miras dan narkoba.

“Surat imbauan itu sudah diserahkan ke masing-masing kelurahan untuk dilaksanakan di tiap masjid dan musholla,” ujarnya, Senin (31/12).

Kepada ASN Kota Bima di masing-masing kelurahan juga diimbau untuk ambil bagian dan berperan aktif untuk mengkoordinir kegiatan dimaksud. Sehingga kegiatan bisa berjalan sesuai harapan bersama.

Diakui Ahmad, Pemerintah Kota Bima juga bekerjasama dengan PHBI Kota Bima untuk mengatur dan memfasilitasi kegiatan keagamaan itu di sejumlah tempat yang telah diatur oleh pemerintah. Seperti Masjid Terapung Amahami, Lapangan Serasuba, Masjid Agung Al Muhiddin, Masjid Kelurahan Panggi, Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga, Masjid An-Nur Rabadompu, dan Masjid Al Amin Kumbe.

“Tempat-tempat itu yang ditentukan oleh pemerintah melalui surat imbauan bersama,” katanya.

Selain tempat tersebut sambung Ahmad, pelaksanaan di tiap masjid dan musholla kelurahan tetap dilaksanakan dengan waktu yang ingin ditentukan oleh pemerintah kelurahan. Seperti diantara Magrib dab Isya, bisa dilaksanakan dzikir dan doa. Kemudian setelah Isya digelar Haflah Quran dan Tausiah serta kajian-kajian.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *