Tutup Saat Hari Kerja, Warga Padolo Segel Kantor Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kesal karena tidak ada apratur desa yang masuk kantor, warga Desa Padolo Kecamatan Palibelo menyegel kantor desa setempat, Senin (31/12) sekitar pukul 09.00 Wita.

Pintu Kantor Desa saat disegel warga. Foto: Ist

Salah satu warga desa setempat FD mengatakan, aksi warga tersebut dipicu lantaran tidak adanya aparatur desa setempat yang masuk kantor, sementara banyak warga yang datang mengurus administrasi.

“Tidak ada yang masuk kantor, padahal bukan hari libur,” ujarnya.

Kata dia, sebelum menyegel, warga terlebih dulu mengonfirmasi kepada camat setempat untuk menanyakan, apakah memang hari libur kantor. Sehingga tidak ada satupun aparatur desa yang masuk.

“Dijawab tidak libur kantor oleh camat. Artinya memang harusnya aparatur desa ada di kantor,” kesalnya.

Informasi tersebut sontak saja membuat warga kesal dan langsung melakukan penyegelan kantor desa setempat.

Camat Palibelo Darwis mengatakan, mendapat informasi tidak adanya aparatur Desa Padolo yang masuk kantor, dirinya langsung datang ke kantor desa setempat dan memanggil seluruh aparatur desa.

“Saya panggil semua aparatur desa untuk menanyakan kenapa mereka tidak masuk kantor,” ucapnya.

Kata dia, setelah digali informasinya, aparatur desa setempat mengaku mereka masuk kantor. Namun karena sudah siang dan berpikir tidak ada warga yang akan datang, aparatur desa setempat menutup kantor.

“Katanya mereka tidak sengaja meliburkan diri. Mereka kira tidak akan ada warga yang datang ke kantor,” katanya.

Camat berharap agar semua pihak terlibat melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa. Bisa oleh warga dan yang paling penting yaitu BPD.

“BPD harus melakukan pengawasan kinerja pemerintah desa. Jadi bukan saja pemerintah kecamatan,” tambahnya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *