Tak Punya Uang, 6 Hari Bayi Ini Dibesarkan Dalam Kardus

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasihan, bayi yang lahir dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Ayu Karnain dan Fifi warga Desa Rade Kecamatan Madapangga dibesarkan dalam kardus. Bayi tersebut lahir dalam keadaan premature namun kedua orangtuanya tidak memiliki biaya untuk membawa sang bayi ke RSUD Bima.

Bayi yang dibesarkan dalam kardus. Foto: Yadien

“Terpaksa kami besarkan menggunakan lampu dalam kardus. Kami tidak punya uang untuk ke RSUD Bima,” ujarnya, Minggu (6/1).

Kata dia, bayi tersebut dibesarkan di dalam kardus dan menggunakan lampu dilakukan sejak lahir, yakni sejak 6 hari lalu. Kondisi tersebut terpaksa dilakukan selain karena tidak memiliki uang, pasangan suami istri tersebut tidak memiliki kartu BPJS.

“Jalan satu-satunya yang kami bisa yaitu membesarkanya dalam kardus dan bantuan listrik,” katanya.

Salah seorang warga setempat, Abdul Haris membenarkan kondisi buah hati Pasutri tersebut dibesarkan dengan menggunakan kardus juga disinari lampu listrik. Dirinya sangat prihatin terhadap kehidupan pasangan suami istri tersebut, sehingga sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan semua pihak.

“Dia memang lahir premature dan sangat membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Ia membeberkan, informasi bayi yang lahir secara premartur rupanya telah didengar oleh Dandim 1608 Bima. Setelah mendapat inforamasi tersebut, Dandim Bima langsung membantu bayi tersebut sehingga dirujuk ke RSUD Kabupaten Bima. Selain itu, bantuan lain berupa uang tunai 1 juta juga diberikan oleh pemerhati yang lain.

“Kini bayi tersebut sudah dirujuk ke RSUD Bima berkat bantuan Dandim,” bebernya.

Mewakili keluarga yang ada di desa setempat, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1608 Bima dan pemerhati lainnya. Karena bantuan tersebut sangat membantu keluarga Ayu Karnain dan Fifi.

“Semoga Allah membalas semua kebaikan Damdim maupun para pemerhati yang sudah membantu kami,” tuturnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *