Sekda Jelaskan Tujuan dan Maksud Seragam Putih Hitam

Kota Bima, Kahaba.- Sekda Kota Bima H Mukhtar Landa memaparkan maksud dan tujuan dikeluarkannya kebijakan Walikot Bima, tentang seragam putih hitam untuk pegawai honorer dan tenaga kontrak lingkup Pemkot Bima. (Baca. Mulai Besok, Pegawai Honor dan Kontrak Pakai Putih Hitam)

Sekda Kota Bima Mukhtar Landa. Foto: Bin

Kebijakan itu, tidak mengandung maksud untuk mendiskriminasi keberadaan pegawai honorer dan tenaga kontrak. Tapi ingin membedakan tentang tugas pokok dan fungsi antara ASN dan pegawai honorer dan tenaga kontrak. (Baca. Pakai Putih Hitam, Begini Tanggapan Forum K2 dan Front Peduli Honorer K2)

Sebab selama ini, banyak tupoksi yang seharusnya menjadi tugas ASN, tapi justru dilimpahkan ke pegawai honor dan kontrak. Contoh sederhana yang sering ditemui yakni dibeberapa sekolah. (Baca. Kebijakan Seragam Putih Hitam Dinilai Diskriminasi, Walikota Bima Diminta Evaluasi)

“Saya kira kebijakan Walikota Bima ini justru melindungi pegawai honorer dan kontrak. Bukan mendiskriminasi mereka,” tuturnya saat menghubungi media ini, Kamis (10/1).

Menurut Sekda Kota Bima, kebijakan Walikota Bima ini juga keluar untuk membedakan tenaga honor dan kontrak dengan ASN, bila pada suatu waktu ada permasalahan di tempat lain, saat jam kerja.

“Kan pakai keki semua, jika ada masalah di tempat lain, semua memandang itu dilakukan ASN. Jika seragam ini berbeda, tentu bisa dibedakan,” katanya.

Gambaran umumnya, sambung sekda, kebijakan ini memeri ruang agar antara ASN dan pegawai honorer dan kontrak bekerja sesuai dengan tupoksinya. Jangan sampai nanti, pegawai honor dan kontrak lebih banyak bekerja dari pada ASN.

Untuk itu, dirinya berharap kebijakan ini bisa ditanggapi positif oleh para pegawai honorer dan kontrak. Lagi pula, sejumlah pegawai honorer dan kontrak bisa menerima dengan baik dan bekerja seperti biasa.

“Saya kira kebijakan ini sudah cukup bagus dan karena kebijakan ini tidak disebutkan berlaku sampai kapan, kita tunggu saja bagaimana kebijakan bapak Walikota Bima lebih lanjut,” tukasnya.

*Kahaba-01                                 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *