Awalnya Diragukan, Benih Jagung Bantuan Pemerintah Tumbuh Dengan Baik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Meskipun awalnya ragu untuk ditanam karena tidak cocok dengan suhu tanah di Kabupaten Bima, kini benih jagung varietas Premium 919 bantuan pemerintah tumbuh dengan baik.

Petani jagung Hawusah saat ditemui di ladangnya. Foto: Yadien

“Saya tanam campur benih Bisi 2 dan Premium 919. Alhamdulillah tumbuh dengan baik,” ujar Mansyur, Ketua Kelompok Tani So Toro Wonto Desa Sai Kecamatan Soromandi, Kamis (11/1).

Diakuinya, memang awalnya ia bersama anggota kelompok ragu-ragu menanam benih tersebut, karena benih baru dan dikhawatirkan tidak cocok dengan suhu tanah. Namun setelah melihat benih tersebut tumbuh dengan bagus, dirinya justru merasa bersyukur. Sekarang tinggal merawat untuk mendapatkan hasil yang baik.

Ia membeberkan, semua anggota di kelompok pertaniannya juga menanam benih tersebut dengan metode yang sama, yakni dicampur dan semua jagung anggota kelompok tumbuh dengan baik.

Mansyur menjelaskan, setelah mempelajari keadaan itu, dirinya berkeyakinan jika ada benih yang tidak tumbuh baik, bukan sepenuhnya karena benih tersebut buruk. Namun juga dipengaruhi oleh faktor cuaca, seperti curah hujan yang kurang atau hama wereng.

“Bibit merk apapun kalau pas ditanam lalu tidak ada hujan, pasti tidak akan tumbuh dengan baik,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Harun, Ketua Kelompok Asakota Desa Kananta. Kata dia, dirinya bersama anggota kelompok menanam benih jagung tersebut. Meskipun tidak dipungkiri awalnya memang sedikit terpaksa, karena benih yang diinginkannya adalah benih Bisi 18.

“Awalnya kami terpaksa nama karena tidak seperti yang kami harapkan. Tapi setelah melihat benih itu tumbuh dengan baik, kami bersyukur sekali,” tuturnya.

Dia membeberkan, jagung di lahanya sekarang tingginya sudah sejengkal. Jika keadaanya sudah seperti itu, maka yang perlu dilakukan adalah perawatan dan pemupukan yang baik.

Sementara ketua Kelompok Horty Green Desa Kananta Syamsudin mengatakan, dirinya bahkan telah melakukan penanaman uji coba bibit Premium 919 pada musim MK2 tahun 2018 lalu, saat bantuan benih tersebut diberikan pemerintah. Itu dilakukanya agar bisa membuktikan terlebih dahulu kualitas benih tersebut sebelum ditanam dalam jumlah yang banyak di gunung.

“Kalau saya sih sudah tidak ragu. Karena sudah melakukan percobaan tahun kemarin,” ujarnya.

Ia menceritakan, saat uji coba di lahan dekat rumahnya, benih tersebut tumbuh dengan baik dan membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan, biji jagung itu lebih besar dari jagung yang lain.

“Jagung saya dibeli dengan harga yang sedikit mahal dulu karena biji dia lebih besar,” ceritanya.

Salah satu keunggulan benih premium bantuan pemerintah sambungnya, usia panennya relatif lebih cepat dari jagung yang lain. Pengalamannya tahun lalu, lebih cepat 10 hari.

Hawusah, istri M Saleh yang merupakan Ketua Kelompok Asakota Desa Punti menyampaikan, dirinya menanam benih bantuan pemerintah tersebut sebanyak 70 kg. benih itu ditanam bersama bibit yang lain di lahan seluas 2 hektar.

“Umur jagung saya sekarang sudah 1,5 bulan,” katanya.

Sama seperti benih varietas lain yang ditanamnya, benih tersebut juga tumbuh dengan baik. Namun jika ada beberapa tempat yang pertumbuhanya tidak maksimal, itu disebabkan keadaan cuaca yang tidak baik.

“Bapak bisa lihat sendiri pertumbuhan jagung saya ini,” katanya saat dikunjungi di lahannya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *