Akibat Pemadaman Bergilir, Traffic Light Banyak Yang Tidak Berfungsi

Kota Bima, Kahaba.- Beberapa pekan terakhir, kondisi traffic light disejumlah jalan Kota Bima tidak berfungsi. Terpantau, hanya lampu lalu lintas di Perempatan Gunung Dua yang masih berfungsi.

Ilustrasi

Tentu saja, kerusakan ini menganggu aktifitas lalu lintas dibeberapa jalur di Kota Bima. Apalagi pada ruas jalan yang dipadati kendaraan. Seperti Cabang Santi, Cabang Pasar Raya Bima, Cabang Pos Tolomundu, dan Traffic Light di Masjid Agung Al Muwahiddin. Jika tidak hati – hati berkendara, maka kecelakaan tidak bisa dihindari.

Salah satu pengguna jalan Saiful mengaku, memang beberapa pekan terakhir kondisi lampu lalu lintas tidak berfungsi. Akibatnya kendaraan berseliweran tak karuan, bahkan yang lebih parah ada yang memaksa melawan jalur.

“Kan sudah satu jalur. Pelanggaran jalur tambah banyak kalau lampu lalu lintas mati,” ungkapnya.

Sebagai warga, ia berharap kondisi traffic light ini bisa segera diperbaiki. Agar jalur lalu lintas bisa tertib.

“Kalau bisa jangan tunggu ada kecelakaan baru diperbaiki,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima H Julkifli mengakui dan sudah menerima laporan soal kondisi lampu lalu lintas yang tidak berfungsi tersebut.

“Padahal sudah kami perbaiki. Nanti kita akan coba kontrol lagi. Mungkin sekringnya mati lagi,” katanya.

Menurut dia, kondisi tidak berfungsinya traffic light tersebut karena dipengaruhi pemadaman bergilir dari PLN. Sebab, lampu lalu lintas tersebut masih mengandalkan pasokan listrik dari PLN.

“Pemadaman bergilir PLN selama ini berpengaruh sekali terhadap lampu lalu lintas. Bisa jadi sekarang kondisinya tidak aktif karena hidup matinya aliran listrik,” tuturnya.

Tapi apapun penyebabnya, Julkifli akan terus memastikan traffic light bisa segera berfungsi kembali. Agar arus lalu lintas kembali tertib.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *