5 Tokoh di NTB Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Provinsi NTB bersama Yayasan Sumbawa Bangkit saat ini sedang memproses beberapa nama calon pahlawan nasional tahun 2019.

Ketua Yayasan Sumbawa Bangkit Nurdin Ranggabarani. Foto: Bin

5 tokoh itu yakni Sultan Salahuddin Bima, Sultan Sirajuddin Dompu, Sultan Kaharudin III Sumbawa, Laksamana Madya TNI H Lalu Manambai H Abdul Kadir Sumbawa, dan Panglima Undruk dari Kabupaten Sumba barat.

“5 orang ini masuk dalam nominasi calon pahlawan nasional yang akan diusulkan Pemerintah Provinsi NTB ke pemerintah pusat, agar dapat ditetapkan sebagai pahlawan nasional tahun 2019,” ujar Ketua Yayasan Sumbawa Bangkit Nurdin Ranggabarani, Jumat (18/1).

Diakuinya, saat ini prosesnya sekarang sedang dikerjakan. Dinas Sosial di seluruh kabupaten dan kota se-Pulau Sumbawa, di bawah koordinasi Dinas Sosial Provinsi NTB sedang mempersiapkan seluruh dokumen-dokumen yang disyaratkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ia pun berharap dukungan dari seluruh masyarakat NTB. Agar semakin memperkuat usulan-usulan yang sedang digodok oleh Yayasan Sumbawa bangkit bersama dengan Dinas Sosial Provinsi NTB,

“Kami juga berencana akan gencar melaksanakan sosialisasi soal ini di Kota Bima, Kabupaten Bima dan di Sumbawa, pada Februari yang akan datang,” katanya.

Ditanya soal indikator, Nurdin menjelaskan penetapan ini harus dilihat dair rekam jejak dari figur tersebut. Sepeti berjasa baik sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan dan saat mengisi kemerdekaan hingga sampai akhir hayat.

Pihaknya menginginkan agar semua tokoh yang diajukan ini bisa menjadi pahlawan nasional. Namun, pada saatnya nanti pemerintah pusat yang akan menentukan. Karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kriteria yang ditetapkan, memang cukup banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

“Tapi yang kita lihat dari 5 tokoh ini ada sekitar 2 sampai 3 tokoh yang memenuhi syarat,” tutur pria yang juga anggota DPRD Provinsi NTB tersebut.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *