Luput Dari Perhatian, Kantor PDAM Madapangga Nyaris Roboh

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi Kantor PDAM Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima sangat memprihatinkan. Tembok maupun plafonnya tersebut nyaris runtuh.

Kondisi Kantor PDAM Kecamatan Madapangga. Foto: Yadien

“Sebenarnya sudah tidak layak untuk tempat kerja. Karena kondisinya seperti ini,” ujar Kepala PDAM Kecamatan Madapangga Mukhtar, sambil menunjuk kondisi plafon kantornya, Sabtu (19/1).

Kata dia, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Bahkan mulai dirinya ditempatkan di kantor tersebut pada tahun 2004, kantor yang selalu berhubungan dengan air bersih tersebut tidak pernah diperhatikan.

“Sejak masih Almarhum Ferry Julkarnain menjadi Bupati Bima hingga sekarang belum mendapat perhatian,” ungkapnya.

Mukhtar menjelaskan, pihaknya bukan tidak punya inisiatif untuk memperbaiki sendiri kantor tersebut. Namun keadaan keuangan membuatnya pasrah dan berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bima.

Ia membeberkan, saat ini pelanggan PDAM Kecamatan Madapangga sebanyak 409 Kepala Keluarga. Jumlah tersebut merupakan pelanggan yang ada di Desa Monggo, Ncandi, Dena dan Desa Rade.

“Namun sekarang pembayaran dari pelanggan tidak lancar karena aliran air yang terhambat karena beberapa kendala,” bebernya.

Untuk itu Mukhtar berharap, pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi kantor salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bima tersebut. Paling tidak, jika tidak bisa dibangunkan kantor baru seperti PDAM di kecamatan-kecamatan lain, harapnnya bisa diperbaiki dan direhab.

“Kami sangat membutuhkan perhatian dan bantuan, agar keberlangsungan pelayanan di kantor tidak terhambat,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *