Pemadaman Luar Jadwal Terus Digilir, Komunitas Babuju Audiensi Dengan PLN

Kota Bima, Kahaba.- Masyarakat Bima dan Dompu sudah sangat bosan dengan kebijakan pemadaman listrik di luar jadwal. Kondisi ini sudah hampir berlangsung lama. Kerusakan perabotan rumah tangga elektronik pun menjadi sasaran.

Audiensi Komunitas Babuju dengan PLN. Foto: Ist

Di media sosial, menjadi tempat warga Bima Dompu menumpahkan kesesalan itu dengan kata-kata makian yang ditujukan kepada pihak PLN Bima. Tak hanya itu, banyak usaha kecil menengah seperti kedai kopi, usaha-usaha pengemasan dan lainnya yg menggunakan listrik sebagai perantara produksi juga mengalami penurunan produksi dan berimbas pada pendapatan.

Hampir di setiap wilayah dalam area cakupan PLN Bima mengalami kondisi yang sama. Dalam sehari, sekali pemadaman berjadwal dan beberapa kali pemadaman tak terjadwal dan terjadi sebulan terakhir.

Menyikapi itu, Komunitas Babuju merasa perlu mendapatkan informasi dari pihak terkait, khususnya PT PLN Bima. sebab, banyak sekali informasi simpang siur yang beredar soal pemadaman ini. Sehingga dari berbagai informasi awal menjadi bahan untuk melakukan audiensi dari pihak PLN.

Senin pagi (21/1), Koordinator Komunitas Babuju Julhaidin didampingi beberapa anggota beraudiensi dengan PLN. Kedatangan mereka diterima Kepala PLN Bima Doni dan jajarannya, di Aula Pertemuan kantor setempat.

Pada pertemuan tersebut, Kepala PLN Bima menjelaskan soal devisit daya listrik Bima dari beban daya puncak penggunaan listrik di Bima dan Dompu.

“Transmisi dan pembangkit untuk listrik Bima ada di Ni’u dan Karara. Kemampuan hanya 32 Megawatt, sementara daya puncak pada malam hari mencapai 45 MW, subuh 35 MW dan siang 32 MW. Itu setelah semua mesin yang ada dioperasikan. Tetapi dengan konsekwensi Cadangan Tenaga listrik kita kosong, sehingga terjadi block akibatnya ada pemadaman yang tidak teratur,” tutur Doni.

Sementara ini Bima Dompu kata dia, belum memiliki dapur listrik. Dapur listrik yang ada, yakni di UPK Tambora yang ada di Plampang Sumbawa.

“Dapur listrik kita masih menunggu uji layak mesin di PLTMG Bonto yang memiliki daya 50 MW,” jelasnya.

Pihak PLN juga memaparkan bahwa mesin pembangkit listrik untuk Bima dan Dompu hanya 20 persen saja milik PLN, 80 persen adalah mesin Sewa. Dengan kondisi itu, pihaknya berharap, 3 unit pembangkit di PLTMG Bonto sesegera mungkin beroperasi normal setelah uji beban dan uji karakter mesin.

Di tempat yang sama, Julhaidin menjelaskan kondisi sosial dan keluh kesah sosial akibat pemadaman yang terjadi. Sebagai konsumen listrik, tidak mempermasalahkan pemadaman yang terjadwal selama ini. Tetapi yang membuat warga resah adalah pemadaman yang tak terjadwal, yang rata-rata 2 – 3 kali terjadi dalam sehari dengan waktu 1 – 6 jam variatif.

“Akibatnya, banyak perabotan rumah tangga kami rusak karena tidak sempat kami matikan terlebih dahulu karena tidak ada jadwal jelasnya,” ungkap lelaki yang biasa di sapa Rangga Babuju itu.

Rangga mempertanyakan komitmen PLN Bima terkait janji tidak adanya pemadaman lagi sejak Oktober tahun lalu. Lalu janji yang sama di Desember atau akhir tahun 2018. Tapi kini harus kembali berjanji.

Tentu, ini akan menurunkan kepercayaan publik yang akan berakibat fatal. Apalagi ini sudah masuk tahun politik, mulai dari Pilcaleg hingga Pilpres April 2019.

“Akan ada saja yang menggoreng soal ini, yang mengakibatkan PLN jadi objek politik,” tegasnya.

Foto bersama Komunitas Babuju usai melihat PLTMG Bonto. Foto: Ist

Untuk memastikan semua ini bukan sekedar janji dan pengalihan ke soal lain, Rangga meminta untuk bisa diantarkan ke PLTMG Bonto agar memastikan kondisi mesin dan progress uji coba mesin yang dimaksud.

Keinginan tersebut pun dikabulkan dan diantar menuju PLTMG Bolo. Pukul 10.35 Wita rombongan menggunakan 5 unit mobil tiba di PLTMG Bonto dan diterima oleh Agus, Manager Operasional PLTMG Bonto.

Agus menjelaskan, PLTMG Bonto memiliki 3 mesin pembangkit utama dengan kapasitas masing-masing 17 MW per unit. Saat ini salah satu unit mesin telah dioperasikan untuk back up energi cadangan yang dimiliki PLN Bima di Unit Pembangkit Niu.

“Kebetulan, pada hari ini Insya Allah, 1 unit mesin akan mulai dioperasikan. Karena sudah melalui tahapan uji karakter mesin. Sehingga mulai hari ini ada 2 unit mesin yang akan bekerja untuk back up daya listrik Bima dan Dompu,” paparnya.

Ia mengakui, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin bekerja dan sore ini 1 unit dengan daya 17 MW akan dioperasikan. Akibatnya kemarin dan hari ini akan ada pemadaman tidak terjadwal dengan waktu yang sedikit lama dari biasanya. Karena adanya kegiatan Reability Run Test atas mesin ini.

Realibility Run Test atau biasa disebut dengan istilah RR merupakan kondisi dimana tengah ditentukan tingkat karakter operasi mesin. RR biasanya selama 2 hari, oleh karenanya pihaknya memohon maaf bila terjadi pemadaman tak terjadwal yang sedikit lebih lama. Ini semua demi maksimalnya pengoperasian mesin pembangkit yang ada. Sehingga kedepannya tidak ada lagi black out dan padam total area Agus.

“Setelah RR dilakukan maka, pihak PLTMG Bonto harus menunggu Sertifikat Kelayakan Operasi. Hal ini menjadi keharusan. Sebab, mesin pembangkit PLTMG Bonto ini didatangkan dari Jerman dan tenaga ahli yang sekarang sedang bekerja juga adalah dari Jerman,” ungkap Agus.

Ketika ditanya soal kepastian berakhirnya kondisi pemadaman terjadwal dan tidak terjadwal ini, pak Agus yang didampingi juga oleh Pak Doni hanya bisa menyampaikan kemungkinan terlama.

“Perkiraan kami, Maret sudah normal semua,” ungkapnya.

Peserta Audience meminta kepada pihak PLN Cab Bima dan PLTMG Bonto agar pertengahan bulan Februari 2019 harus sudah tidak boleh lagi ada pemadaman tidak terjadwal dan pemadaman terjadwalnya, agar dapat dipastikan terjadi hanya sekali dalam dua pekan.

“2 Unit Pembangkit dengan cover-an 32 MW sudah mulai beroperasi. Tinggal menunggu RR 1 unit lagi kan pak, masa harus terjadi pemadaman yang sama seperti saat ini?” tanya Rangga dengan suara tinggi.

Menurut dia, 3 unit Mesin sudah on the spot, 2 unitnya sudah on fire. Lantas apalagi yang menjadi alasan PLN untuk pemadaman intens seperti hari ini. Pihaknya akan tetap menjaga kesabaran hingga pertengahan Februari. Karena harusnya akhir Januari sudah normal, tapi diberi kesempatan hingga pertengahan Februari.

“Kurang baik apa kami pak, warga yang menjadi korban pemadaman ini, perabotan kami yang rusak tidak sedikit. Sementara tidak ada kompensasi apapun dari pihak PLN. Jadi, kami tunggu hingga pertengahan Febuari” tegasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *