Talud Jalan di Desa Mawu Jebol Dihantam Gelombang, Pemerintah Diminta Tidak Tutup Mata

Kabupaten Bima, Kahaba.- Angin kencang dan gelombang pasang beberapa hari terakhir, menjebol talud jalan di dusun Dusun Tololai Desa Mawu Kecamatan Ambalawi. Praktis, arus lalu lintas Wera – Ambawali pun terganggu. Tidak hanya itu, kehidupan warga di pinggir pantai desa setempat terancam.

Kondisi jalan di Dusun Tololai yang rusak karena dihantam gelombang laut. Foto: Ist

Tokoh pemuda desa setempat Sukriadin mengaku, talud jalan do bibir pantai sepanjang Dusun Tololai rusak parah akibat dihantam gelombang pasang. Kondisinya saat, ada sekitar 10 titik yang jebol.

“Ditiap titik, ada yang sampai puluhan meter jebol,” ungkapnya, Rabu (23/1).

Diakui Suken, sapaan akrabnya, angin kencang dan gelombang laut pasang sudah terjadi sepekan. Namun, tadi malam menjadi puncak ganasnya gelombang tersebut.

Karena warga yang sudah merasa khawatir, bahkan ada yang memilih untuk menyalamatkan diri ke gunung. Termasuk dirinya, mobil yang biasa dikendarainya dievakuasi di sekitar gunung terdekat.

“Sementara memang belum ada rumah warga yang rusak. Tapi kita juga khawatir,” katanya.

Akibat talud jebol sambungnya, kondisi ruas jalan sudah dipenuhi sampah laut, pasir dan bebatuan. Bahkan jalan sudah ada yang berlubang. Keadaan itu tentu menganggu arus lalu lintas.

“Dibeberapa titik sudah tidak ada badan jalan,” ujarnya.

Terhadap kondisi yang terjadi setiap tahun tersebut, Suken mengakui sejak dulu sudah menyampaikan ke pemerintah desa, camat, dan BPBD. Agar bisa berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB. Namun hingga saat ini belum ada upaya.

“Jangan sampai ada korban lah dulu baru tanggulangi. Pemerintah jangan tutup mata,” sorotnya.

Jika tidak ada upaya untuk memperbaiki, maka setiap tahun masyarakat di pinggir laut tidak merasa tenang. Angin kencang dan gelombang pasang akan terus menjadi ancaman serius.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *