BPBD: Dampak Gelombang Pasang Sudah Disampaikan ke Gubernur NTB

Kota Bima, Kahaba.- Kepala BPBD Kabupaten H Taufik Rusdi mengakui sudah menyampaikan dampak gelombang pasang yang terjadi di Kecamatan Wera Ambalawi ke Gubernur NTB, beberapa hari lalu. Mewakili pemerintah daerah, pihaknya sangat berharap bisa segera ditangani. (Baca. Gelombang Pasang, Ratusan Rumah di Desa Sangiang Terancam)

Kepala BPBD Kabupaten Bima, HM Taufik Rusdi. Foto: Deno

“3 hari lalu kami bersama Bupati Bima sudah sampaikan ke Gubernur NTB, sebelum gelombang pasang menghantam talud jalan lintas Wera-Ambalawi,” ujarnya, Rabu (23/1). (Baca. Talud Jalan di Desa Mawu Jebol Dihantam Gelombang, Pemerintah Diminta Tidak Tutup Mata)

Menurut Taufik, kondisi kerusakan talud jalan lintas wilayah tersebut, termasuk di Desa Sangiang terjadi tiap tahun. Karena banjir rob yang mengakibatkan air laut pasang dan menghantam wilayah pesisir.

Saat ini, pihaknya sedang menangani kondisi angin puting beliung dan banjir rob di Sanggar. Akibat cuacana dan angin kencang tersebut, mengakibatkan sejumlah rumah rusak. Setelah tuntas menangani di Sanggar, pihaknya akan mengumpulkan sejumlah dokumen dan data yang ada di Wera dan Ambalawi untuk diserahkan ke BPBD Provinsi NTB.

“Tetap kita dorong agar secepatnya diperhatikan oleh pemerintah provinsi. Pemerintah daerah juga tetap akan mengupayakan,” katanya.

Dari segi bantuan tanggap darurat sambung Taufik, pemerintah daerah juga tetap hadir dan memberikan penanganan. Meskipun persoalan penanganan mengenai infrastruktur dari pemerintah provinsi butuh waktu.

“Jalan lintas Wera Ambali Sampai Lambu menjadi tanggungjawab provinsi. Jadi untuk jalur itu, ada memang segmen yang perlu dituntaskan jalannya. Kita juag berharap secepatnya ditangani,” ingin Taufik.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *