Jarang Sekolah Karena tak Punya Sepatu, Kepala SMPN 3 Bolo Belikan David Sepatu Baru

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ada yang unik dari cara SMPN 3 Bolo menangani siswa yang malas sekolah. Jika kebanyakan sekolah lain diberikan hukuman, di sekolah setempat justru diberikan bantuan.

Kepala SMPN 3 Bolo saat menyerahkan sepatu baru untuk David. Foto: Yadien

Kepala SMPN 3 Bolo, Dahlan H M Noer mengatakan, pihaknya punya cara tersendiri menangani siswa yang malas sekolah. Semua perangkat sekolah termasuk guru BK dilibatkan dalam mengatasi masalah tersebut.

“Kami terlebih dahulu akan mengidentifikasi apa yang menyebabkan siswa tersebut malas, sehingga bisa mencarikan solusi,” ujarnya, Rabu (23/1)

Kata dia, khusus untuk siswa atas nama David Maulana kelas IX, pihaknya telah mengidentifikasi jika siswa tersebut sering tidak masuk sekolah lantaran tidak memiliki sepatu. Oleh karenanya, ia membeli sepatu dan memberikanya kepada David.

“Karena masalahnya tidak punya sepatu, kami membantunya untuk memiliki sepatu,” katanya.

Ia menjelaskan, siswa tersebut memang tergolong tidak mampu. Sebab lain yang membuatnya jarang masuk sekolah karena harus mengikuti keluarganya menangkap ikan di laut. Selain itu, siswa tersebut juga tinggal bersama ayah tiri yang tidak banyak memperhatikanya. Sementara ayahnya sendiri sedang bekerja di Malaysia.

“Dia juga sering bantu orantuanya bekerja,” ungkap Kepsek.

Karenanya, ia bersama sekolah merasa berkewajiban untuk membantu siswa tersebut meskipun hanya sebatas membelikannya sepatu agar tidak meninggalkan sekolah.  Karena sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Bima, sekolah wajib membantu siswanya.

Dahlan berharap, semoga setelah diberikan bantuan sepatu tersebut, David lebih rajin masuk sekolah. Agar mampu meraih cita-cita dan masa depan yang gemilang.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *